Wednesday, November 4, 2015

Hujan Besi Cair di Langit Exoplanet PSO J318.5-22

Penelitian ~ Planet menggambang bebas tempat eksotis yang bagus bagi Anda menengok neraka. Awan besi berhembus di langit exoplanet PSO J318.5-22.

Kemarahan badai logam cair di planet yatim yang kehilangan bintang induk. Lapisan awan panas dan hujan besi cair menyelimuti planet terbuang yang duduk 75 tahun cahaya dari Bumi.

PSO J318.5-22 adalah exoplanet raksasa tanpa bintang ditemukan dalam survei Pan-STARRS pada tahun 2013 bermassa 8 kali Jupiter nampak seperti bintang gagal katai coklat.

Entah bagaimana planet terbentuk di sekitar bintang kemudian ditendang keluar dari orbit menjadi planet kesepian sedangkan Anda menyaksikan badai paling hebat di Bumi tidaklah seberapa.

Awan sangat tebal menyala dan berputar-putar melapisi bagian atas atmosfer. Ketika rintik hujan tiba rel kereta membara bahwa Anda baru saja sadar hidup di dunia neraka.

Para ilmuwan meramal pola cuaca planet alien menggunakan teknologi baru yang dipasang di European Southern Observatory di Chile dari perubahan kecerahan setelah dipukul hembusan awan panas keluar masuk dari pandangan langit.

"Anda harus bekerja sangat keras untuk melihat, sedangkan obyek ini terlihat dengan sendirinya tanpa distorsi bintang host," kata Beth Biller, astronom University of Edinburgh.

Para ilmuan mengukur kecerahan planet bervariasi hingga 10 persen hanya dalam beberapa jam. Penjelasannya adalah sistem cuaca bahwa awan berhembus adalah logam cair

"Jika Anda berpikir tentang Great Red Spot di Jupiter maka badai seperti tempat itu," kata Biller.

Tapi tidak seperti Jupiter yang telah mendingin sepanjang umur Tata Surya, PSO J318.5-22 mempertahankan suhu terik permukaan 800 Celcius yang dikelola oleh panas internal karena tidak memiliki bintang.

"Mungkin awan panas silikat dan tetesan besi yang membuat Venus terlihat seperti tempat yang lebih bagus," kata Biller.
Variability in a Young, L/T Transition Planetary-Mass Object

Beth A. Biller et al.

arXiv, Submitted on 26 Oct 2015, arXiv:1510.07625
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment