Skip to main content

Siput Acmella nana di Kalimantan Rekor Baru Terkecil

Penelitian ~ Rekor dunia gastropoda pecah hanya dalam 1 bulan, siput mikro Acmella nana merebut kekuasaan malaikat terkecil penghuni apartemen mini.

Moluska Borneo Malaysia adalah pemegang rekor baru sebagai siput terkecil di planet Bumi. Mengkilap, cangkang putih dan tembus pandang memiliki rata-rata 0,7 milimeter memecahkan rekor baru.

Pemerintahan siput mungil China Angustopila dominikae yang bertengger sebagai spiral terkecil selama sebulan bergeser ke rangking dua di dunia dengan rata-rata 0,86 milimeter.

Meskipun N. Acmella tidak bisa dilihat di alam liar tanpa mikroskop, para peneliti Malaysia dan Belanda tahu persis di mana berburu cangkang berbahan kalsium karbonat cenderung hidup di atas batu kapur.

Siput tidak secepat setan, tapi setitik font 12 cukup aman bersembunyi dari benda besar sebelum Anda mencongkel mata. Tidak berarti berserakan di bawah kaki karena spesies baru hanya di mulut gua terpencil.

"Ketika kita pergi ke bukit kapur, kita hanya membawa kantong plastik dan mengumpulkan banyak tanah dan kotoran dari bawah tebing," kata Menno Schilthuizen, biolog Naturalis Biodiversity Center di Leiden.

Menyaring isi dan membuang benda-benda lebih besar ke dalam ember air, para peneliti mengaduk sehingga pasir dan tanah liat tenggelam ke bawah, tapi cangkang mengandung gelembung udara pasti mengapung.

"Anda kadang-kadang bisa meraup ribuan atau puluhan ribu peluru dari beberapa liter tanah, termasuk anak sangat kecil," kata Schilthuizen.

Tidak seperti serangga, siput tidak mengkhususkan diri pada sumber makanan tertentu. Sebaliknya mereka terpisah menjadi spesies yang berbeda berdasarkan sifat kimia dan habitat fisik.

Tidak jelas apa yang dimakan A. nana, tapi para ilmuwan mengamati spesies terkait di Kalimantan, Acmella polita, mencari makan film tipis bakteri dan jamur yang tumbuh di permukaan kapur basah di gua-gua.

"Mungkin Acmella nana menggunakan dengan cara yang sama," kata Schilthuizen.

Pemegang rekor baru terkecil tinggal setidaknya di 3 tempat yaitu Kalimantan Malaysia, Brunei dan Indonesia. Jadi kemungkinan kecil terhapus jika salah satu lingkungan hancur.

Tapi spesies siput lain tidak begitu beruntung. Ada banyak kalsium karbonat di daerah tropis terkikis makin cepat, meninggalkan puncak terisolasi. Spesies tumbuh di puncak bukit kapur terpencil.

Bergerak begitu lambat, siput dapat dengan mudah terjebak di patch sangat kecil. Di sana mereka bisa menghabiskan cukup lama beradaptasi dan berevolusi dengan area terbatas tertentu. Contoh sangat baik munculnya spesies endemik.

Borneo menawarkan keragaman tinggi siput, mungkin sampai 500 spesies, tetapi makhluk-makhluk asli tetap mengkhawatirkan jika pengembang atau gangguan lainnya menghancurkan habitat batu kapur.

"Kebakaran hutan di Loloposon Gua bisa menghapus seluruh penduduk Diplommatina tylocheilos," kata Schilthuizen.
Additions to the knowledge of the land snails of Sabah (Malaysia, Borneo), including 48 new species

Jaap J. Vermeulen, Thor-Seng Liew, Menno Schilthuizen

ZooKeys, 02 Nov 2015, DOI:10.3897/zookeys.531.6097

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…