Langsung ke konten utama

Fosilisasi Bulu, Kulit dan Liver Spinolestes xenarthrosus

Credit: Oscar Sanisidro
Penelitian ~ Fosil mamalia seperti tikus paling tua menampakkan bulu, kulit dan organ. Fosilisasi jarang-jarang tapi indah, Spinolestes xenarthrosus membuat rekor elegan.

Sisa-sisa S. xenarthrosus di Cuenca, Spanyol, dengan daun telinga, paru-paru, liver dan berselimut berbulu 60 tahun lebih tua dari mamalia lain yang ditemukan mengawetkan jaringan lunak.

Mamalia kecil seukuran tikus yang hidup dan terbaring di rawa 125 juta tahun lalu begitu baik dilestarikan dalam proses fosilisasi Cretaceous bahkan bukti-bukti infeksi jamur kulit.

Batuan gamping membekam sisa-sisa kehidupan di sebuah tambang Spanyol tengah 2 kali lebih tua dari fosil mana pun yang merekam jaringan lunak paleo mamalia.

Telinga, paru-paru dan liver semua memfosil bersama dengan timbunan bulu dan duri kecil bergaya landak di punggung lebih rendah sebagai pelindung dari gigitan predator.

Para ilmuwan melaporkan dunia pemakan serangga yang ditemukan pada tahun 2011 ketika para pemburu fosil di Autonomous University of Madrid menjunjung sedimen kapur halus di Las Hoyas Quarry.

"Pelestarian bagian lunak adalah menakjubkan. Rambut memiliki struktur dan keragaman sama seperti yang terlihat pada mamalia modern," kata Thomas Martin, geolog University of Bonn.

Credit: Georg Oleschinski/Thomas Martin et al.

Paleontolog biasanya hanya menemukan mineral keras seperti tulang dan gigi, tapi kali mereka melihat tayangan folikel majemuk di mana beberapa rambut tumbuh dari pori dan duri kecil seperti pada landak.

Film bakteri berkembang cepat setelah jam kematiannya. Biofilm membentuk lapisan pelindung, melestarikan jaringan lunak cukup lama yang memberi banyak waktu fosilisasi fosfat lebih baik.

Spinolestes adalah anggota garis keturunan awal mamalia punah triconodonts. Panjang 24 centimeter dan berat tidak lebih dari 70 gram atau tidak lebih besar dari tikus modern.

Xenarthrosus mengacu pada cara yang aneh makhluk bertulang belakang mirip armadillo modern, trenggiling dan mamalia lain dalam kelompok yang disebut xenarthrans.

Spesimen contoh pertama mamalia Mesozoikum dengan jaringan lunak di dada dan perut. Struktur fosil menyatu kemerahan dalam residu kaya zat besi bersama-sama membentuk rekor paling tua fosil organ mamalia.
A Cretaceous eutriconodont and integument evolution in early mammals

Thomas Martin, Jesús Marugán-Lobón, Romain Vullo, Hugo Martín-Abad, Zhe-Xi Luo & Angela D. Buscalioni

Nature, 14 October 2015, DOI:10.1038/nature14905

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…