Saturday, October 17, 2015

Laporan Ilmiah Pertama Flyby New Horizons di Pluto

Penelitian ~ Pluto misterius dan ekstrim sedikit demi sedikit terbuka meskipun tetap teka-teki. Tim ilmuwan NASA merilis analisis ilmiah pertama terbang lintas New Horizons.

Wahana NASA New Horizons menyisir sistem Pluto menandai puncak perjalanan 9 tahun menembus ruang. Sejak itu para ilmuwan NASA gembira mendownload data dan analisis selama terbang lintas.

Objek kabur berubah menjadi dunia eksotis dengan panorama spektakuler yang dicatat sejarawan pada tanggal 15 Juli 2015 ketika sehari sebelumnya sebagai misi pertama yang berkunjung ke dunia dingin.

Sehari kemudian probe miscall ke Bumi dan sejak itu tim ilmuwan mengupload fitur jantung ke media sosial sehingga Anda bisa melihat padang luas, dataran halus, pegunungan menjulang dan kabut biru hidrokarbon.

Sementara pesawat ruang angkasa kecil terus melaksanakan tugas meluncur menuju target baru di Tata Surya, pekan ini tim ilmuwan mempublikasi temuan resmi pertama dari data itu.

"Gambar disingkap 3 piksel dari ribuan piksel. Kami pada dasarnya melihat Pluto untuk pertama kalinya dalam hal lanskap dan dunia geologi," kata John Spencer, anggota tim dari Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

"Benar-benar baru dan benar-benar spektakuler. Kami melihat permukaan seperti permukaan planet yang tidak pernah kita lihat sebelumnya," kata Spencer.

Banyak hasil dibahas laporan baru terlihat akrab karena tim New Horizons bermurah hati dengan berbagi data dan interpretasi kepada publik setiap hari di Twitter, Facebook, YouTube dan lain-lain.

Laporan menyoroti medan beragam Pluto dan bulan terbesarnya Charon. Para ilmuwan berpikir planet kerdil memiliki luka kawah, sebaliknya permukaan keduanya adalah muda sebagai dunia geologi dinamis.


"Bagaimana dunia kecil dan dingin begitu beragam? Apa yang mendorong aktivitas tektonik, gletser, wilayah sangat rumit dan berantakan campur aduk gunung? Berbagai fitur menjadi kejutan," kata Weaver.

Es eksotis menyusun gletser dan danau beku misterius disebut Sputnik Planum mencakup ratusan mil. Bahkan, para ilmuwan berpikir kolam nitrogen mengalir seperti halnya air tanah di Bumi.

Dari timur, gletser nitrogen menuang ke dataran. Di sebelah barat tumpukan pentil gunung. Jauh di jantung, peluruhan radioaktif menghasilkan sedikit panas. Suhu permukaan bervariasi tapi merayap di atas minus 230C.

Di sebelah timur Sputnik Planum yang tinggi, gundukan berdiri beberapa ratus meter. Ketika planet ini masih muda dan atmosfer lebih tebal, angin kencang mungkin mengukir dum.

Atmosfer 100.000 kali lebih tipis dari Bumi, tetapi ketika New Horizons melaju kembali ke arah Matahari, kabut biru mengelilingi dunia bahwa hidrokarbon beku menghasilkan efek hingga 100 mil di atas permukaan.

Di luar fitur eksotis, perangkat mengukur Pluto lebih akurat dari observatorium. Diameter menjadi 1475 mil atau lebih kecil dari pikiran yang berarti harus lebih padat dan cocok dengan bulan Charon.

Bahkan bulan yang lebih kecil mengejutkan dengan orbit sangat miring. Tidak seperti kebanyakan bulan di Tatar Surya, Nix dan Hydra tampaknya tidak duduk satu pantat terkunci.

Pluto dan Charon lebih bertindak seperti planet biner, kedua dunia mengorbit di sekitar titik saling menggoyang. Gravitasi Nix dan Hydra serta Charon telah menyulitkan pengawasan para ilmuwan.


"Kita hanya berusaha mengumpulkan data, menilai apa yang kita miliki dan hanya semacam lay out lanskap. Ini tampilan pertama untuk dunia tersebut," kata Weaver.

Hari ini New Horizons sedang melakukan perjalanan dan dijadwalkan membuat debut tahun 2019 dengan obyek disebut 2014MU69 di sabuk Kuiper yang terletak di luar orbit Neptunus.
The Pluto system: Initial results from its exploration by New Horizons

S. A. Stern et al.

Science, 16 October 2015, DOI:10.1126/science.aad1815
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment