Friday, October 16, 2015

Pola Tidur Paleolitik Tidak Lebih Baik Dari Pasca Industri

Penelitian ~ Pemburu dan pengumpul juga kurang tidur seperti Anda. Masyarakat pra-industri lebih sedikit insomnia, tapi tidak lebih baik dalam memejamkan mata.

Ratapan terdengar sejak Thomas Edison menemukan bolam listrik dan malam menyala tampaknya mengambil urgensi baru dalam beberapa tahun terakhir tentang ponsel, laptop dan internet telah merusak tidur.

Sementara masyarakat industri rata-rata 7-8 jam tidur per malam, para peneliti melihat 3 masyarakat pemburu-pengumpul di wilayah Tanzania, Namibia dan Bolivia kurang lebih 6,5 jam.

Meskipun lampu menyala dari smartphone mengurangi kemampuan Anda mendapatkan jumlah layak menutup mata, kualitas tidur hari ini lebih baik dibanding prasejarah.

Jika kembali ke zaman kuno yang menghabiskan waktu berburu rusa, memetik buah nangka dan meringkuk dalam baju bulu saat matahari terbenam, Anda hari ini pada akhirnya tidur malam lebih layak.

Suku Hadza di Tanzania, San di Namibia dan Tsimane di Bolivia dengan gaya hidup nenek moyang paleolitik menunjukkan kebiasaan larut malam mirip dengan kebiasaan di Cafe dan menonton TV.

Pemburu-pengumpul melakukan beberapa kegiatan setelah Matahari terbenam seperti menyiapkan makanan, membuat panah dan perencanaan untuk hari berikutnya dan terbagun sebelum Matahari terbit.

Orang pasca industri mengeluh bahwa kehidupan modern menyebabkan tidur kurang alami dan studi sebelumnya pada hewan di penangkaran mengalami masalah tidur dibanding hewan liar.

Tapi para peneliti pekan ini menyatakan kehidupan modern tidak merampok waktu tidur, meskipun penemuan bola lampu listrik, TV, internet, smartphone dan media sosial menerangi malam.

"Ini benar-benar jelas bahwa mereka tidak tidur lebih banyak dari kita," kata Jerome Siegel, psikiater University of California di Los Angeles.


"Temuan kami bertentangan dengan banyak kebijaksanaan konvensional. Kita tidak kekurangan waktu dibanding nenek moyang," kata Siegel.

"Ketika mencoba merekam tidur gajah liar di Afrika tidur sangat berbeda dari gajah kebun binatang, saya berpikir benar-benar perlu melakukan perbandingan pada manusia," kata Siegel.

Untuk penyelidikan lebih lanjut bagaimana orang-orang pra-modern tidur, para peneliti menganalisis kebiasaan tidur 94 anggota dari 3 masyarakat pemburu-pengumpul.

"Ini pengalaman transformatif. Untuk melihat kehidupan tanpa ornamen peradaban, bagaimana cerdas dan bahagia, juga bagaimana mereka harus berjuang bertahan hidup," kata Siegel.

Tapi insomnia lebih langka di zaman kuno daripada hari ini. Di Amerika Serikat saja setidaknya 20 persen dalam beberapa titik selama kehidupan mereka mengindap insomnia.

Dokter menyarankan orang dewasa tidur 8-9 jam per malam, rata-rata. Tapi ini saran yang selalu mengganggu peneliti sebelum memastikan bahwa kebijakan tersebut adalah benar.

Masyarakat urban terlalu terobsesi berapa banyak tidur. Apoteker di Amerika Serikat pada tahun 2008 menulis 56 juta resep pil tidur yang pada dasarnya tidur buruk adalah hasil dari masalah kesehatan.

Anak-anak atau remaja membutuhkan lebih banyak tidur untuk otak tumbuh, tapi tidak penting harus mendapatkan 8 jam tidur per malam kecuali jika Anda merasa mengantuk di siang hari sebelumnya.

"Saya merasa jauh lebih aman tentang kebiasaan tidur saya sendiri setelah menemukan tren yang kita lihat di sini," kata Gandhi Yetish, antropolog University of New Mexico.
Natural Sleep and Its Seasonal Variations in Three Pre-industrial Societies

Gandhi Yetish et al.

Current Biology, October 15, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.09.046
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment