Skip to main content

Bayi Dino Paruh Bebek Saurolophus angustirostris

Penelitian ~ Bayi Dino duck-billed terkubur di sarang sendiri. Sekelompok piyik dinosaurus paruh bebek hadrosaurus terbaring dalam lempengan batu Makam Dragon.

Kira-kira panjang 0,3 meter sepotong batu dari situs Makam Naga di Gurun Gobi setidaknya mengawetkan tulang 3 bayi menggemaskan dalam sarang Saurolophus angustirostris.

Bab baru paleontologi diarsipkan sebagai album foto keluarga Cretaceous yang membantu para peneliti mengumpulkan seluruh silsilah Saurolophus dengan jengger khas di atas kepala.

Sementara hadrosaurus dewasa dengan panjang 12 meter, para ilmuwan melaporkan temuan hadrosaurus sangat kecil. Mungkin pada tahap sangat awal kehidupan dan baru saja menetas.

Bayi-bayi mungil membantu paleontolog mengantisipasi dengan teliti untuk lebih memahami perubahan yang terjadi pada tubuh yaitu melihat perkembangan moncong.

"Sementara hadrosaurida disebut dinosaurus berparuh bebek, kami melihat moncong sangat kecil," kata Leonard Dewaele, paleontolog Ghent University di Belgia.

Bayi tampaknya belum mengembangkan jengger tanda tangan dewasa. Para ilmuwan tahu tidak hanya tahu bagaimana setiap spesies hidup, tetapi juga banyak spesies berbeda saling terkait.

Tapi temuan baru datang dengan beberapa tantangan karena banyak fosil dari Makam Naga dijual para kolektor pribadi secara internasional. Tidak semua lempengan batu dikumpulkan ilmiah.

"Masalahnya kita tidak memiliki semua data tentang lokasi secara tepat," kata Dewaele.

Banyak nilai konteks ilmiah fosil berasal berasal dari lapisan geologi dan sebagian besar pemburu fosil tidak repot-repot merekam informasi penting sehingga banyak konteks telah hilang.

Makam Naga berada di dataran banjir dengan sungai berkelok-kelok. Dugaan sarang awalnya di tepi sungai kemudian hanyut dan tertutup pasir 65 juta tahun lalu, meskipun daerah sekarang berupa gurun.

Sementara air bah dengan mudah menyapu sarang dan memulai proses fosilisasi, bukti menunjuk setidaknya beberapa bayi sudah meninggal tak berapa lama setelah terkubur.
Perinatal Specimens of Saurolophus angustirostris (Dinosauria: Hadrosauridae), from the Upper Cretaceous of Mongolia

Leonard Dewaele et al.

PLoS ONE, October 14, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0138806
Tinuku

Comments

Popular posts from this blog

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Hidup Tanpa Ibu, Bayi Tikus Lahir Sehat Tanpa Pembuahan Sel Telur

Penelitian ~ Membuat bayi semakin mudah tanpa telur bahwa tikus lahir tanpa ibu. Embrio haploid atau parthenogenotes disuntik dengan sperma berhasil berkembang menjadi keturunan yang sehat.

Gambar Tiga Dimensi Struktur Detail Virus Zika Resmi Terbit

Penelitian ~ Struktur virus Zika dipetakan untuk pertama kalinya. Gambar 3D virus tidak hanya memancing inspirasi seni, tapi bisa pula memberi petunjuk bagaimana melawannya.