Wednesday, October 14, 2015

Edit Gen CRISPR Transplantasi Organ Babi Ke Manusia

Penelitian ~ Editing gen membuat babi lebih aman untuk transplantasi manusia, metode CRISPR atau Cas9 menonaktifkan virus yang membuat organ berbahaya aman bagi manusia.

Organ babi belum digunakan untuk transplantasi sebagian karena membawa virus yang dapat menginfeksi, tapi para ilmuwan membuat langkah besar menggunakan gen-editing untuk menonaktifkan 62 virus secara bersamaan.

Sel babi berisi beberapa salinan virus tertanam disebut porcine endogenous retroviruses (PERVs) seperti copy-paste diri menjadi DNA yang dapat mengganggu gen penting manusia mengarah kanker atau penyakit lain.

Sebuah tim di Harvard University pekan ini meletakkan uang muka bahwa metode baru pengeditan gen mendekatkan transplantasi organ babi ke manusia semakin menjadi kenyataan

Di Amerika Serikat saja 122.500 orang menunggu transplantasi organ untuk menyelamatkan jiwa dan pasokan organ babi diharapkan dapat menutup kekurangan tersebut.

DNA penuh dengan salinan urutan DNA sisa-sisa virus dan masih dapat menghasilkan partikel menular. PERVs berpindah dari babi ke sel manusia di piring petri dan tikus dengan sistem kekebalan lemah.

Sementara penelitian tidak sejauh menunjuk bahwa organ-organ ini aman bagi manusia, peneliti memamerkan teknik editing gen baru yang menghapus beberapa rintangan potensial transplantasi tersebut.

George Church, genetikawan Harvard Medical School dan salah satu pelopor teknik CRISPR, mengedit gen untuk menghapus semua salinan PERVs dari situ DNA sel babi itu sendri secara bersamaan.

Ini contoh paling ekstrim pengubahan genetik melalui CRISPR yang juga meningkatkan harapan bahwa teknologi akhirnya bisa membuat organ babi klop untuk tubuh manusia.

"Pada dasarnya bidang ini murung selama 15 tahun. Tapi saya teknik baru ini mengubah permainan sepenuhnya," kata Church.

CRISPR menggunakan mekanisme pertahanan alami bakteri untuk menargetkan potongan khusus DNA dalam genom yang memungkinkan para ilmuwan mengganti urutan individu.

Peneliti menargetkan titik tertentu dalam genom dengan untai pendek panduan RNA dan kemudian mengiris dengan enzim yang mengganggu aktivitas gen atau pola penyisipan baru.

PERVs tidak bisa membesar tanpa genom babi, itu sebabnya dokter kadang-kadang berhasil transplantasi organ babi dalam potongan seperti kulit dan katup jantung, tetapi belum pernah mencoba seluruh organ.

Untuk mewujudkannya Church ikut mendirikan sebuah perusahaan biotek eGenesis untuk menyempurnakan proses dan embrio hasil pengeditan hampir siap ditanamkan dan dibawa ke kamar operasi.
Genome-wide inactivation of porcine endogenous retroviruses (PERVs)

Luhan Yang et al.

Science, October 11 2015, DOI:10.1126/science.aad1191
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment