Langsung ke konten utama

Sel-Sel Kanker Leukemia Berubah Jadi saling Bunuh

Penelitian ~ Sebuah terobosan terapi kanker membuat sel leukemia saling bunuh. Jika Anda ingin menghancurkan musuh, cukup rekrut di antaranya dan mereka saling bunuh!

Sementara dokter dan pasien gembira mendengar obat baru, terapi kanker sering datang penuh dengan efek samping begiru parah sehingga banyak orang memilih dukun atau bahkan melupakannya sama sekali.

Menghentikan pertumbuhan sel kanker berbahaya adalah tujuan utama dan menghapus sama sekali bahkan lebih baik. Masalahnya adalah perlakuan hampir selalu menyebabkan kerusakan sel-sel sehat.

Pengobatan yang mengubah sel kanker menjadi sel sehat terdengar ideal dan mengubah sel-sel ganas menjadi antibodi yang menyerang sel-sel kanker terdengar terlalu sempurna menjadi kenyataan.

Sekarang para ilmuwan The Scripps Research Institute (TSRI) membuat terobosan. Ini baru dan powerful. Terapi kanker benar-benar bisa naik ke cakrawala terapi baru.

Leukemia, sekelompok kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan darah, jarang sembuh, sering kambuh dan resisten pengobatan. Para peneliti TSRI memprogram sel-sel leukemia berubah menjadi sel-sel kekebalan itu sendiri.

Reprogram antibodi sebagai protein yang diproduksi secara alami oleh sistem kekebalan tubuh manusia bertindak sebagai borgol sel-sel darah putih polisi, menempel penyerbu asing dan menetralisir atau menunda kehancuran.

Para peneliti membanjiri sampel darah manusia penuh sel Acute Myeloid Leukemia (AML) dengan antibodi hasil pertumbuhan dan muncul luar biasa. Antibodi mengubah sel AML menjadi sel dendritik kunci sistem kekebalan tubuh.

Sel-sel antibodi matang lebih cepat dan memburu kemudian membunuh ancaman dalam tubuh termasuk virus, bakteri dan sel-sel kanker 15 persen dalam 1 hari. Sel Natural Killer (NK) pada dasarnya pembunuhan saudara.

Para peneliti berharap teknik fratricidin therapy dapat digunakan untuk mengubah berbagai sel kanker menjadi sel NK tertentu dalam rangka untuk membebaskan pasien dari kanker sama sekali.
Agonist antibody that induces human malignant cells to kill one another

Kyungmoo Yea et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, October 20, 2015, DOI:10.1073/pnas.1519079112

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…