Tuesday, October 13, 2015

DNA Eurasia Kuno Mengalir Kembali ke Afrika

Penelitian ~ Kerangka kuno mengaris bawahi migrasi terbalik. DNA 4.500 tahun orang Ethiopia memberi dasar untuk mengukur DNA Eurasia mengalir ke Afrika modern.

DNA seorang pria yang hidup sekitar 4.500 tahun lalu dalam gua di tempat yang sekarang Ethiopia membuka migrasi mengejutkan pengaruh Eurasia ke Afrika 1.500 tahun setelah kematiannya.

Sementara migrasi kuno out-of-Africa terjadi ratusan ribu tahun lalu, sebuah perjalanan back-to-Africa terjadi 3.000 tahun lalu dan meninggalkan jejak genetik besar pada populasi di seluruh sub-Sahara Afrika modern.

Genom manusia Afrika Timur, peta pertama DNA manusia purba dari Afrika, membantu menentukan bahwa populasi terkait erat dengan petani pertama di Eropa membuat terobosan besar di Afrika.

Afrika kuno adalah pertiwi kemanusiaan. Tetapi iklim buruk tidak cocok untuk pelestarian DNA dan semua stok analisis materi genom kuno hanya datang dari Eropa, Asia dan Amerika.

Sebuah tim mengubah panggung migrasi menjadi semakin kompleks pekan lalu ketika mendokumentasikan kode genetik dari seorang pria dinamakan Mota yang terbaring 4.500 tahun lalu di tanduk Afrika.

Sementara para ilmuwan sudah tahu trek migrasi besar dari Afrika di mana semua manusia berasal terjadi 60.000 tahun lalu, beberapa Indo yang telah mengembangkan pertanian membuat jalan kembali ke Afrika.


Sekuen genom Mota tinggal di Afrika sebelum mundur migrasi adalah DNA Eurasia yang tampaknya telah menjamur di seluruh wilayah Afrika sekitar 1.500 tahun setelah kematiannya.

Perbandingan ekstrak DNA tangguh dari dalam tulang telinga menjadi teknik terbaik untuk mendapatkan DNA dalam iklim tropis. Para ilmuwan mengkalibrasi seberapa besar masuknya Eurasia telah terjadi.

"Secara kasar, gelombang migrasi Eurasia Barat kembali ke Tanduk Afrika sebanyak 30% dari populasi yang sudah tinggal di sana," kata Andrea Manica, zoolog University of Cambridge di UK.

Hari ini Afrika Timur mendapat atribut sebanyak 25 persen dari DNA back-to-Africa. Bahkan di wilayah barat dan selatan cukup jauh dengan setidaknya 5 persen dari genom berasal Eurasia.

Para ilmuwan tidak tahu apa yang menyebabkan migrasi kembali besar-besaran tersebut. Hanya dengan satu tengkorak mereka tidak bisa menulis lengkap sejarah kitab genetik.

Tetapi teknik yang digunakan untuk mengekstraksi dan menganalisis DNA kuno Afrika meningkatkan meningkatkan lebih banyak dan lebih banyak penelitian serupa untuk mengisi kekosongan cerita asal manusia.
Ancient Ethiopian genome reveals extensive Eurasian admixture throughout the African continent

M. Gallego Llorente et al.

Science, October 8 2015, DOI:10.1126/science.aad2879
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment