Skip to main content

Riak Bergerak Sangat Cepat di Bintang AU Microscopii

Credit: ESO, NASA dan ESA
Penelitian ~ Gelombang misterius terlihat di sekitar sebuah bintang tidak seperti apa yang pernah terlihat atau bahkan diprediksi sebelumnya dalam dunia astronomi.

Riak bergerak sangat cepat terlihat di sekitar bintang membuat para ilmuwan menggaruk-garuk kepala dan mengatakan gelombang tidak seperti apa yang pernah terlihat.

Para astronom menjelajahi langit menggunakan Very Large Telescope (VLT) di Chile tersandung struktur aneh dalam awan debu yang mengelilingi sebuah bintang muda AU Microscopii.

Pada usia sekitar 12 juta tahun, AU Mic adalah bintang sangat muda dengan cakram bersemangat sebagai tungku dunia penuh kekerasan tidak meninggalkan apa-apa selain kebingungan para ilmuwan.

Lima gelombang raksasa di sekitar agak jauh dari bintang berarak dalam arena pacuan kuda dengan kecepatan 40.000 kilometer per jam. Sejak itu para peneliti memeras otak menentukan sifat dan asal-usul riak aneh.

Sejak awal para astronom menyisir cakram dari puing-puing ruang yang mengelilingi bintang dengan harapan mengungkap petunjuk pembentukan planet tapi menghasilkan temuan sangat mengejutkan.

"Pencitraan SPHERE menunjuk rangkaian fitur disk memiliki struktur yang belum pernah diamati sebelumnya," kata Anthony Boccaletti, astronom Paris Diderot University di Perancis.

"Setidaknya 3 fitur bergerak begitu cepat sehingga bisa saja melarikan diri dari tarikan gravitasi bintang," kata Boccaletti.

Para peneliti menonton dengan mata hati-hati gelombang meluncur di akresi disk sekitar bintang katai merah 32 tahun cahaya dari Bumi dan setengah massa Matahari. Karena berat, disk tidak rata.

Disk bergerak dalam kecepatan hebat dengan puing terluar lebih cepat dibanding puing pusat. Gelombang mungkin tidak disebabkan oleh tabrakan benda asteroid besar atau perubahan gravitasi bintang.

"Salah satu penjelasan adalah mengkaitkan dengan flare bintang. AU Mic adalah bintang dengan aktivitas pembakaran tinggi, sering disertai ledakan besar tiba-tiba," kata Glenn Schneider, astronom Steward Observatory di Arizona.

"Salah satu flare bisa memicu salah satu planet, jika ada planet, seperti pengupasan material bisa merambat melalui disk, didorong oleh kekuatan flare," kata Schneider.

Skenario masih spekulatif dan masih banyak membutuhkan pengamatan lanjutan dengan Very Large Telescope dan instrumen lain yang mungkin melahirkan pemahaman baru bahkan teori baru.




Fast-moving features in the debris disk around AU Microscopii

Anthony Boccaletti et al.

Nature, 07 October 2015, DOI:10.1038/nature15705

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…