Skip to main content

Tenaga Hujan Kantong Semar Nepenthes gracilis

Credit: Ulrike Bauer
Penelitian ~ Air hujan jatuh adalah tanda bahaya. Hujan memberi sedikit bantuan kepada Kantong Semar Nepenthes gracilis untuk azab semut yang tersangkut.

Ketika hujan menyerang kendi yang menggantung, tutup bertindak seperti piring pegas melempar semut yang merayap di atasnya ke dalam perangkap menuju kematiannya.

Eksploitasi sumber energi eksternal adalah strategi pasif tapi dinamis. Kantong Semar karnivora menggunakan daya jatuhnya air hujan untuk menggerek semut dan terpeleset ke dalam baskom.

Tutup kaku berlapis kristal lilin licin dan bergetar sangat cepat kombinasi maksimal menyelesaikan pekerjaan. Semut terpental tanpa pegangan kemudian tenggelam dalam cairan pencernaan.

Para ilmuwan memasang kamera berkecepatan tinggi dan mengukur getaran menggunakan laser ketika simulasi hujan memukul permukaan. Daun bergerak pada titik tertentu dan kembali seperti pegas.

"Anda mendapatkan osilasi sangat mirip ketika meletakkan penggaris di tepi meja dan mengibaskan ujung dengan jari," kata Ulrike Bauer, biolog University of Bristol di Inggris.



Gerakan adalah unik dalam kerajaan tanaman. Kecepatan tinggi adalah strategi mudah melampaui manuver serangga tanpa harus investasi energi apapun. Tanaman hanya membangun struktur.

N. gracilis dan dunia Kantong Semar tidak aktif seperti tanaman penjebak lainnya. Kunci tenaga hujan adalah kekakuan tutup dengan lentur terkonsentrasi tepat di ujung.

"Jika Anda mencoba melompat dari tengah papan loncat, tidak terlalu efektif. Itu sebabnya perenang indah berjalan ke ujung," kata Bauer.
Mechanism for rapid passive-dynamic prey capture in a pitcher plant

Ulrike Bauer et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, October 5, 2015, DOI:10.1073/pnas.1510060112

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…