Skip to main content

Katak Cophixalus rajampatensis dan Cophixalus salawatiensis

Cophixalus rajampatensis. Credit: Günther R et al.
Penelitian ~ Dua spesies katak arboreal baru muncul dari Papua sebagai Cophixalus rajampatensis dan Cophixalus salawatiensis di Pulau Misol Raja Ampat.

Tubuh kecil, ramping dan panjang kurang dari 2,3 centimeter adalah anggota genus katak Cophixalus dengan mulut sempit yang umum mendiami pulau Papua dan Australia utara.

Burhan Tjaturadi, biolog Universitas Sanata Dharma di Yogyakarta, dan Keliopas Krey, biolog Universitas Papua di Manokwari, bersama tim peneliti internasional penasaran untuk membedah.

Cophixalus salawatiensis. Credit: Günther R et al.

Salah satu katak juga diidentifikasi sebagai hermafrodit yang memiliki organ intim laki-laki sekaligus wanita. Pulau Misool adalah salah satu dari 4 pulau besar di Kepulauan Raja Ampat.

Spesimen C. rajampatensis dan C. salawatiensis dikumpulkan dari hutan hujan dataran rendah. Setelah hujan lebat melanda malam hari, laki-laki bertengger di daun semak dan masing-masing menghasilkan suara unik.
Two new species of the genus Cophixalus from the Raja Ampat Islands west of New Guinea (Amphibia, Anura, Microhylidae)

Rainer Günther, Stephen Richards, Burhan Tjaturadi, Keliopas Krey

Zoosystematics and Evolution, 01 Oct 2015, DOI:10.3897/zse.91.5411

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…