Skip to main content

Hyorhinomys stuempkei, Tikus Hidung Babi Sulawesi

Credit: Jake Esselstyn/Louisiana State University
Penelitian ~ Tikus berhidung babi spesies dan genus mamalia baru muncul dari daerah terpencil Indonesia. Hyorhinomys stuempkei rodensia endemik pegunungan Pulau Sulawesi.

Tikus memiliki fitur belum pernah didokumentasi ilmu pengetahuan muncul ke panggung dari hutan hujan pegunungan Pulau Sulawesi. Moncong panjang dan telingga besar tidak hanya spesies baru, tetapi juga genus baru.

Seiring moncong seperti babi, tikus baru juga memiliki kaki belakang panjang, pembukaan mulut kecil dan rambut kemaluan panjang mungkin melayani beberapa fungsi yang membantu sukses dalam kawin.

Versi tikus dari Bandicoot adalah karnivora yang melahap cacing tanah, larva kumbang dan invertebrata lainnya. H. stuempkei menambah harta karun Sulawesi menjadi 6 genera dan 8 spesies tikus.

Para ilmuwan kagum ketika berjalan ke hutan masih menemukan spesies baru mamalia yang begitu jelas berbeda bahkan tingkat genus. Gunung Dako yang dingin adalah kemolekan misteri tropis.

Credit: Kevin C. Rowe/Museum Victoria, Melbourne

Anang Achmadi, biolog LIPI dan Heru Handika, biolog Universitas Andalas bersama tim internasioanl dibantu penduduk desa Malangga Selatan, dekat Tolitoli, semenanjung utara Sulawesi, berkemah di hutan terpencil.

Pulau Sulawesi bukan bagian dari benua Australia, juga bukan bagian dari benua Asia. Pulau ini merupakan kumpulan massa tanah laut di antara kedua kontinen yang dikenal sebagai Wallacea.

Celebes kaya anggrek tropis adalah pulau ketiga terbesar di Indonesia dengan luas 172.000 kilometer persegi tersohor dengan panorama pegunungan, pantai, danau dan hutan lebat.

Para ilmuwan tertarik Pulau Sulawesi karena tetap tempat penuh teka-teki dunia mamalia. Banyak spesies belum terlihat dalam beberapa dekade atau sejak kemajuan teknologi genetika.



A hog-nosed shrew rat (Rodentia: Muridae) from Sulawesi Island, Indonesia

Jacob A. Esselstyn, Anang S. Achmadi, Heru Handika, Kevin C. Rowe

Journal of Mammalogy, 29 September 2015, DOI:10.1093/jmammal/gyv093

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…