Langsung ke konten utama

Kimbetopsalis simmonsae, Mamalia Selamat Dari Kiamat

Credit: Sarah Shelley
Penelitian ~ Mamalia bergigi bertahan sementara dinosaurus tumbang. Kimbetopsalis simmonsae, mamalia kecil berbulu seperti berang-berang selamat dari kepunahan.

Sebuah asteroid jatuh dari langit di suatu hari mengubah dunia dalam sekejap mata geologi menjadi setitik noda kecil sejarah waktu 4,5 miliar tahun planet Bumi.

Mamalia seukuran tikus perkasa sementara semua anggota keluarga besar dinosaurus tumbang ketika batu angkasa apokaliptik memukul dan membuat magma kerak Bumi gelisah 66 juta tahun lalu.

Dinosaurus mendominasi lebih dari 100 juta tahun dan cepat pergi. Mereka yang hidup dalam bayang-bayang monster selama puluhan juta tahun berhasil melewati kepunahan dan berkembang sangat cepat.

Mamalia multituberculate mirip rodent dating 65,5 juta tahun dengan berbagai katup pada gigi tonggos menggiling makanan berdaun dengan geraham sangat besar adalah cerita pemberani.

Multituberculate hidup berdampingan dengan dinosaurus, tapi secara elegan bertahan dari kepunahan massal akhir Cretaceous. Mereka hidup selama 30 juta tahun sebelum akhirnya punah juga.

"Ini cukup besar dan karena kompleksitas gigi jelas makan tanaman," kata Steve Brusatte, paleontolog University of Edinburgh di Skotlandia.

Credit: Tom Williamson

Para ilmuwan menunjuk berang-berang seberat 40 kilogram dan panjang 0,5 meter mungkin nenek moyang evolusioner multituberculate yang lebih besar seperti Taeniolabis taoensis dengan berat 100 kg.

"Mereka datang hanya beberapa ratus ribu tahun setelah kepunahan, jadi agak rapi untuk menemukan mamalia cukup besar, kita berbicara ukuran berang-berang," kata Brusatte.

"Mereka tidak dapat tumbuh lebih besar karena hampir pasti semua dinosaurus relung ekologi tanpa memberi kesempatan," kata kata Brusatte.

Selama regim dinosaurus berkuasa, mamalia mungil seukuran tikus menyelinap dalam gelap. Tapi ketika dinosaurus non-avian lengser, mamalia terus diversifikasi dan mengambil alih panggung.

"Itu bagian dari deskripsi seberapa cepat mamalia mulai mekar dan seberapa cepat berkembang dan menciptakan dunia baru benar-benar dalam ribuan tahun setelah kepunahan," kata Brusatte.

Hutan hujan sangat produktif dengan banyak buah dan benih pohon. Tanaman berbunga mendominasi dan benar-benar meningkatkan keanekaragaman sebagai sumber makanan baru.
A new taeniolabidoid multituberculate (Mammalia) from the middle Puercan of the Nacimiento Formation, New Mexico, and a revision of taeniolabidoid systematics and phylogeny

Thomas E. Williamson, Stephen L. Brusatte, Ross Secord and Sarah Shelley

Zoological Journal of the Linnean Society, 5 OCT 2015, DOI:10.1111/zoj.12336

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…