Monday, October 5, 2015

Anggrek Dendrochilum hampelii Spesies Baru di Toko Bunga

Penelitian ~ Anggrek pink ternyata spesies baru, Dendrochilum hampelii merek baru meskipun dibudidaya dengan nama dagang komersial Big Pink.

Semudah yang tampak penemuan spesies baru dari warung bunga ketika pada tahun 2013 sebuah spesies tak dikenal dari keluarga Dendrochilum muncul dalam budidaya dengan nama dagang komersial 'Big pink'.

Sementara belajar budidaya tanaman mungkin cukup menyenangkan sebagai titik awal untuk pencarian ilmiah, asumsi bahwa seseorang menemukan spesies baru di toko bunga dengan mudah bisa salah.

Tidak hanya tempat asal ditulis pada label sering diragukan, tapi selalu ada kemungkinan disengaja yang menggambarkan hybrid buatan manusia sebagai spesies baru.

Para ilmuwan sekuensing DNA dan menyimpulkan bahwa Big Pink adalah spesies yang sebelumnya tidak diketahui dari anggrek genus liar Dendrochilum dan bahwa tidak ada bukti sebagai hybrid buatan.

"Kami secara resmi menjelaskan Big pink sebagai spesies baru dengan nama Dendrochilum hampelii," kata Bobby Sulistyo, biolog Leiden University.


"Secara morfologi sangat mirip dengan Dendrochilum propinquum, tetapi berbeda dalam sejumlah karakter," kata Sulistyo.

"Dua individu budidaya tersedia untuk penelitian kami, satu tidak memiliki catatan asal. Yang lain diduga berasal dari Filipina, pengamatan di provinsi Bukidnon dan Misamis di pulau Mindanao," kata Sulistyo.

Entah dari mana karena sampel nongkrong di toko bunga, tapi di alam liar Big pink tumbuh sebagai epifit pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut di antara lumut pada batang dan cabang pohon.

Bunga segar di alam liar kuning pucat sedangkan bunga segar hasil budidaya adalah salmon merah muda. Sulistyo dan rekan menyarankan status konservasi sebagai Data Deficient menurut IUCN Red List of Threatened Species.
Dendrochilum hampelii (Coelogyninae, Epidendroideae, Orchidaceae) traded as ‘Big Pink’ is a new species, not a hybrid: evidence from nrITS, matK and ycf1 sequence data

Bobby P. Sulistyo, Ronny Boos, Jim E. Cootes, Barbara Gravendeel

PhytoKeys, 01 Oct 2015, DOI:10.3897/phytokeys.56.5432
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment