Saturday, October 3, 2015

Megatsunami Fogo Melepas Gelombang Setinggi Eiffel

Penelitian ~ Megatsunami kuno melempar batu-batu setinggi Menara Eiffel. Di Cape Verde Islands lepas pantai Afrika 73.000 tahun lalu melepaskan pukulan telak menyusur lautan.

Sebuah sayap besar pulau vulkanik kuno Fogo Afrika barat roboh ke laut menghasilkan gelombang raksasa setinggi 170 meter dan melakukan perjalanan 55 kilometer ke pulau Santiago.

Bibir gunung runtuh ke laut melakukan hal-hal yang biasa menjadi luar biasa. Ketika gelombang menghantam, teori menjelaskan ke segala arah dengan menggulung setiap massa yang dijumpai.

Bekas tanda luka di tepi kaldera gunung berapi menunjuk material 160 kilometer kubik runtuh dan menumpuk di dasar laut yang mendorong batu-batu besar ke pesisir pulau tetangga.

Ukuran gelombang tsunami besar atau kecil tidak menjadi relevan ketika bencana nasional berubah menjadi bencana internasional penduduk kuno yang menghuni pinggir samudera Atlantik.

Para ilmuwan memberi baris lain bukti vulkanik benar-benar ambruk tiba-tiba dan serempak memicu tsunami raksasa dan menyediakan kekhawatiran atas setiap potensi bahaya kota-kota pesisir.

Credit: Ricardo Ramalho

"Anda menggusur massa besar harus menghasilkan gerakan air," kata Ricardo Ramalho, geofisikawan University of Bristol di Inggris.

"Kasus runtuh vulkanik sangat akut karena Anda memiliki semua muatan ini pada dasarnya ke dalam lautan," kata Ramalho.

Ramalho dan rekan menemukan batu laut selebar 8 meter dan berat 700 metrik ton duduk berbohong sejauh 610 meter ke pedalaman dan hampir 200 meter di atas permukaan laut.

Hari ini Fogo berdiri 2.830 meter di atas permukaan laut. Meletus sekali setiap 20 tahun. Ketika aliran banjir lava sekitar 1.200 orang mengungsi dan beberapa bangunan hancur.

Monster gelombang sering disebabkan gempa. Tahun 2004 tsunami di Banda Aceh menewaskan 250.000 orang, sedangkan tahun 2011 melanda lepas pantai Tohoku menewaskan 20.000 orang dan memicu bencana nuklir.

Credit: Ricardo S. Ramalho et al.

Pada tahun 1958 gempa mengirim gelombang ke Teluk Lituya Alaska menghasilkan gelombang titanik 525 meter. Dua nelayan di atas perahu diangkut air ke hutan. Ajaibnya mereka selamat.

Beberapa gelombang raksasa disebabkan tanah longsor. Pada tahun 1792 Gunung Unzen di Jepang runtuh menyebabkan gelombang setinggi 90 meter dan menewaskan 15.000 orang.

Manusia hidup dalam dinamika, planet kadang-kadang menampilkan kekerasan. Hanya saja Anda hidup di atasnya untuk jangka waktu geologi relatif singkat sehingga kehilangan sebagian besar aksi.
Hazard potential of volcanic flank collapses raised by new megatsunami evidence

Ricardo S. Ramalho et al.

Science Advances, 02 Oct 2015, DOI:10.1126/sciadv.1500456
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment