Saturday, October 24, 2015

Ciuman Kematian Sistem Bintang Ganda VFTS 352

Penelitian ~ Sistem bintang biner langka dalam pergolakan kematian final sebelum meledak sebagai supernova menjadi jazad lubang hitam ganda.

Sebuah sistem binari luar biasa di mana 2 bintang begitu dekat hingga permukaan tumpang tindih memberi sekilas langka ke dalam apa yang diyakini acara kosmik singkat.

Ciuman di dekat galaksi Awan Magellan Besar bukanlah momen romantis karena mereka saling memberikan ciuman kematian. Gravitasi menyeret satu sama lain menyebabkan permukaan saling terkunci.

Bintang yang baru ditemukan pada akhirnya merger membentuk sebuah bintang raksasa berputar cepat 600.000 tahun ke depan atau mungkin mati dalam ledakan supernova dan membentuk lubang hitam biner 3 juta tahun lagi.

Para astronom bersemangat menonton adegan besar-besaran sistem VFTS 352 bergumul sejauh 160.000 tahun cahaya dari Bumi di Nebula Tarantula menggunakan ESO Very Large Telescope.

Kedua bintang hampir identik dalam ukuran, massa gabungan 57 kali Matahari dan 1 juta kali lebih terang. Kedekatan berbagi 30% materi menciptakan jembatan yang menghubungkan kedua permukaan.

Kedua bintang adalah Tipe-O yang bersinar biru-putih dengan suhu permukaan lebih dari 40.000 derajat Celcius dan menyelesaikan orbit satu sama lain hanya dalam 1 hari Bumi.



"VFTS 352 kasus terbaik bintang ganda panas dan masif yang saling mencampur internal," kata Leonardo Almeida, astronom University of São Paulo di Brasil.

Core terpisah hanya 12 juta kilometer dan gaya pasang surut intens gravitasi mengaduk materi dalam interior. Salah satu biner paling panas dan ekstrim yang pernah ditemukan.

"Masa depan VFTS 352 tidak pasti. Jika keduanya bergabung, maka berputar sangat cepat menjadi satu," kata Almeida.

"Sebaliknya, jika terus berkembang secara homogen pada akhir memenuhi persyaratan untuk nenek moyang sinar gamma dalam skenario bintang kolaps," kata Almeida.
Discovery of the massive overcontact binary VFTS 352: Evidence for enhanced internal mixing

L.A. Almeida et al.

arXiv, Submitted on 29 Sep 2015, arXiv:1509.08940
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment