Friday, October 23, 2015

Wabah Pes Yersinia pestis Melanda Zaman Besi

Penelitian ~ Wabah pes melanda Zaman Besi, analisis DNA menunjuk strain Yersinia pestis merginfeksi orang jauh sebelum peta Justinian dan Black Death.

Ketika wabah melanda Eropa tahun 1665 tidak ada yang mengetahui bagaimana penyebaran penyakit. Tapi setelah seorang penjahit desa kecil Eyam di Inggris tengah mati di bulan September, orang akhirnya menyalahkan kutu.

Dia menerima bingkisan kain penuh dengan kutu hanya 4 hari sebelum meninggal. Dalam sebulan 5 desa lainnya menyerah dan pendeta memerintahkan warga kota sukarela ditempatkan di bawah karantina.

Wabah membunuh jutaan orang Eropa dan Asia sekitar 1.500 tahun lalu. Tapi varian sebelumnya tidak diketahui bakteri Y. pestis penyebab wabah menginfeksi orang beberapa ribu tahun sebelumnya.

Mutasi DNA mikroba menular ditemukan di gigi Zaman Perunggu dan awal Zaman Besi yang hidup antara 4800 hingga 3000 tahun lalu dan ditularkan dari orang ke orang melalui batuk.

Para ilmuwan menganalisis kerangka 101 individu yang dikumpulkan dari penggalian arkeologi menemukan DNA Y. pestis dari Zaman Perunggu Siberia tahun 2794 SM dan awal Zaman Besi Armenia 951 SM.

"Kami mampu menemukan DNA asli dalam sampel 3.000 tahun lebih awal dari laporan sebelumnya," kata Simon Rasmussen, biolog Technical University of Denmark.

Wabah mungkin bertanggung jawab untuk mengakhiri misteri periode klasik dengan runtuhnya peradaban Yunani kuno dan menghapus secara tiba-tiba tentara Kekaisaran Romawi.

Bakteri wabah mengevolusi diri dari waktu ke waktu. Pes salah satu senjata biologis pertama dikenal manusia ketika tahun 1346 tentara Mongol melempar korban ke kota Crimean di Caffa, menurut memoar Italia.

Y. pestis menghukum setidaknya 3 pandemi paling menghancurkan dalam sejarah manusia. Wabah Justinianik berlangsung dari abad ke-6 sampai abad ke-8 membunuh hingga 100 juta orang.

Wabah Black Death berlangsung dari abad ke-14 sampai ke-17 menghapus 60 persen lebih penduduk Eropa. Wabah modern dimulai di China tahun 1800-an dan menyebar ke Afrika, Amerika, Australia dan Eropa.

Para ilmuwan juga menaruh kecurigaan bakteri yang sama dalam batu mustika dating 20 juta tahun yang mungkin menjadi penyebab terhapusnya beberapa spesies awal manusia seperti Homo floresiensis.

"Kami menyelidiki langkah evolusi cepat bakteri yang berkembang menjadi salah satu bakteri mematikan dalam sejarah manusia," kata Rasmussen.
Early Divergent Strains of Yersinia pestis in Eurasia 5,000 Years Ago

Simon Rasmussen et al.

Cell, DOI:10.1016/j.cell.2015.10.009
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment