Saturday, October 31, 2015

Kulit Elektronik Merasakan Tekstur, Panas dan Mendengar Suara

Penelitian ~ eSkin merasakan panas dan mendengar suara, material baru sidik jari kulit elektronik memberi janji untuk melapisi kaki palsu dan lain-lain.

Kulit elektronik bisa merasakan butiran pasir, panas, detak nadi seseorang dan juga mendengar percakapan. Karet film plastik dan graphene meniru struktur kulit manusia dapat mendeteksi tekstur, suhu, tekanan dan suara.

Para ilmuwan memamerkan pertama kalinya kulit artifisial yang bisa merasakan begitu banyak jenis rangsangan sebagai bagian paling inovatif dan mengesankan dalam subjek yang sama.

eKulit mengirimkan sinyal langsung ke sel-sel otak tikus menawarkan blueprint bagi para ilmuwan untuk benar-benar menjadi jembatan elektronik dengan biologi yang membawa kulit buatan manusia hidup lebih dekat ke industri.

"Di masa depan kita bisa menggabungkan teknik ini menjadi nyata, kulit elektronik operasional," kata Hyunhyub Ko, materiolog Ulsan National Institute of Science and Technology di Korea Selatan.

eSkin bisa menutupi kaki palsu dan terkoneksi langsung ke sel-sel saraf, membiarkan orang ketika menyentuh sesuatu yang panas atau kasar atau tajam seperti kulit nyata.

Selama beberapa tahun terakhir para ilmuwan mencari bermacam-macam elemen material lembut untuk jenis baru sensor. Beberapa sensor bisa mengenali lebih dari satu jenis rangsangan.


Ko dan tim merancang untuk mendeteksi berbagai jenis sinyal dengan meniru kulit ultrasensitif di ujung jari manusia. Film bergerigi lembut sebagai lembaran plastik dan graphene bergelombang.

Ketika lapisan menyentuh arus mengalir melalui perangkat terhubung ke mesin yang mengukur sinyal-sinyal listrik. Jumlah arus tergantung pada seberapa banyak gundukan bersama-sama memberikan sensitifitas untuk mengukur tekanan.

Arus yang dihasilkan juga bisa merasakan suhu. Perangkat ditempatkan di pergelangan tangan membiarkan secara bersamaan mengukur suhu kulit dan tekanan darah.

Punggung kulit elektronik membantu mendeteksi tekstur dalam menelusuri permukaan kaca atau amplas, punggung bergetar dalam pola berbeda terdeteksi oleh sensor kulit.

Gelombang suara juga merangsang eKulit sehingga bisa mendengar suara dari pembicaraan. Kata diubah menjadi sinyal listrik dan dikirim ke mesin yang memungkinkan peneliti menilai seberapa baik merasakan suara.
Fingertip skin–inspired microstructured ferroelectric skins discriminate static/dynamic pressure and temperature stimuli

Jonghwa Park, Marie Kim, Youngoh Lee, Heon Sang Lee and Hyunhyub Ko

Science Advances, 30 Oct 2015, DOI:10.1126/sciadv.1500661
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment