Friday, October 30, 2015

Laia Pliobates cataloniae Debut Leluhur Semua Kera

Penelitian ~ Fosil mungil membuka jilid hipotetis evolusi kera, Pliobates cataloniae dating 11,6 juta tahun menunjuk makhluk seperti gibbon nenek moyang kera modern.

Kerangka parsial primata kuno di timur laut Spanyol siap berhemat untuk menjalani takdir besar jalan evolusi kera. Spesies baru Pliobates cataloniae mengambil debut bertengger pertama sebagai leluhur semua kera.

Monyet dan kera Old World pertama kali memisahkan diri satu sama lain sekitar 25-30 juta tahun lalu, kemudian kera Old World terpecah lagi menjadi kera kecil dan kera besar.

Fosil dijuluki Laia terlalu tua untuk analisis molekuler dan tidak ada cara nyata untuk mengetahui, tapi memberi sekilas masa lalu sejarah bahwa Anda wajib memanjatkan doa kepada leluhur seperti owa.

Para ilmuwan melaporkan temuan baru kerangka parsial dari tumpukan sampah yang mengundang teka-teki baru dan memaksa para ilmuwan lain menata kembali sejarah nenek moyang semua kera.

Ibu dari semua dunia baru mengejutkan dengan postur kecil setelah ditimbang dengan kera besar dari simpanse kokoh hingga gorila kekar menuju manusia yang memiliki berat antara 30 hingga 180 kilogram.

Kerangka parsial kera primitif 11,6 juta tahun dengan moncong seperti siamang, tapi otak besar untuk ukuran tubuhnya memiliki link semua kera dengan berat hanya 4 sampai 5 kilogram.

Kerangka kuno yang digali di dekat Barcelona tampak aneh dengan kebingungan kera punah yang pernah menjelajah luas di seluruh hutan Eropa, Asia dan Afrika selama Epoch Miosen 23 hingga 5 juta tahun lalu.


Sekitar 17 juta tahun lalu kera awal menyimpang dari 2 kelompok berbeda yaitu kera kecil di pohon diwakili owa dan siamang kemudian kera besar meliputi simpanse, bonobo, gorila, orangutan dan manusia.

Sampai saat ini sebagian besar ilmuwan berasumsi fosil kecil Miosen merupakan nenek moyang siamang atau garis keturunan punah primata kecil, sedangkan fosil kera berbadan besar adalah leluhur kera.

Selain itu para ilmuwan menganggap debut Proconsul dari Kenya 18 juta tahun lalu sebagai model terbaik nenek moyang semua kera. Sekarang perpecahan rapi ditantang keanehan P. cataloniae.

Pada bulan Januari 2011 sebuah tim paleontologi memantau buldoser yang menggali tempat pembuangan sampah 50 kilometer barat laut Barcelona menemukan 70 potong kerangka terbaring.

Tengkorak, potongan rahang atas berikut moncong, lengan plus tangan dan tulang belakang terkubur dalam lapisan sedimen Miocene dengan dating handal 11,6 juta tahun.

Tulang tengkorak hancur satu sama lain sehingga scan seluruh potongan tengkorak berikut batu menggunakan computed tomography untuk merekonstruksi 3D kepala.

Fosil memiliki sifat-sifat primitif seperti otak ukuran monyet, gigi kecil dengan katup tajam dan soket mata meneropong siamang. Tapi juga memiliki sifat-sifat modern atau turunan penghubung kera besar seperti tengkorak lebar.


Siku dan pergelangan tangan memungkinkan P. cataloniae memutar pergelangan dan lengan memanjat pohon. Kera besar termasuk manusia memiliki sifat-sifat ini, tapi kera yang lebih rendah tidak.

Mosaik campur aduk primitif dan modern menunjuk Pliobates tidak cepat memanjat cabang ke cabang seperti siamang, melainkan bergerak lambat dan lebih hati-hati ketika memetik buah.

"Saya membayangkan wajah owa tetapi bergerak lebih lambat dari gibbon, seperti kukang di atas cabang," kata David Alba, paleantropolog Catalan Institute of Paleontology di Barcelona.

Pliobates datang terlambat untuk betengger sebagai nenek moyang sebenarnya dari semua kera. Studi DNA sebelumnya menunjuk nenek moyang kera masa kini hidup 20 juta hingga 15 juta tahun lalu.

Tapi Alba dan rekan menandaskan Pliobates keturunan langsung kelompok kera umum setelah perpecahan terjadi yang menyediakan sekilas terdekat nenek moyang terakhir asli yang belum muncul.
Miocene small-bodied ape from Eurasia sheds light on hominoid evolution

David M. Alba et al.

Science, 30 October 2015, DOI:10.1126/science.aab2625
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment