Thursday, October 29, 2015

Oksigen Bocor di Komet 67P/Churyumov-Gerasimenko

Penelitian ~ Oksigen bocor dari komet 67P/Churyumov-Gerasimenko, wahana Rosetta mendeteksi molekul O2 yang terkubur sejak kelahiran Tata Surya.

Wahana mengendus sidik jari oksigen di 67P/Churyumov-Gerasimenko pertama kalinya molekul ini terlihat di atmosfer komet bahwa oksigen adalah materi primordial yang terperangkap dalam es komet 4,6 miliar tahun lalu.

Para ilmuwan terkejut ketika mendowload data dari Wahana Rosetta. Suatu hari nanti pelancong dapat mampir dan menarik nafas sebelum melanjutkan perjalanan antar bintang.

Molekul oksigen adalah materi kimia reaktif yang seharusnya tidak bertahan lama di ruang dan tim misi tidak yakin sebelum 7 bulan pengamatan bahwa tambang oksigen memang benar adanya.

"Ini temuan paling mengejutkan sejauh ini. Ketika pertama kali melihat, kita semua sedikit menolak," kata Kathrin Altwegg, fisikawan University of Bern.

Wahyu datang tanpa disangka, oksigen diturunkan menjadi gas keempat paling melimpah di atmosfer komet bertentangan teori yang lama dipegang tentang pembentukan komet.

Kehadiran oksigen mendukung asumsi bahwa komet adalah fragmen murni fajar Tata Surya. Komet 67P harus melebur dengan lembut selain butir berlapis es membentuk curah memanas dan oksigen terhapus.

Para peneliti tidak berharap menemukan oksigen dalam kabut gas yang mengelilingi sebuah komet. Oksigen sangat labil dan teori disk orok Tata Surya menunjuk O2 harus cepat berinteraksi dengan hidrogen membentuk air.

Kadar oksigen tinggi beberapa sentimeter di atas permukaan ketika komet berdesing di ruang. Aturan baru reaksi kimia mungkin membantu memecahkan misteri kapan oksigen pertama kali muncul di Tata Surya.

Inti pertanyaan lama teoritikus yang selama ini tidak beruntung apakah oksigen sebagai materi primitif dibuat dalam medium antar-bintang atau apakah dalam nebula surya di kemudian hari.

Karena butiran belum dipanaskan, materi menjadi kapsul waktu yang belum diproses dan sampel beku melestarikan kondisi berlalu ketika planet mulai terbentuk.

Sinar ultraviolet Matahari membebaskan tangihan elektron mungkin bertanggung jawab pembentukan O2 di tempat pertama. Foton energi tinggi dan partikel dapat mengkuas molekul air yang pada gilirannya mereformasi menjadi molekul oksigen.

Oksigen kemudian terjebak dalam es yang dikumpulkan butiran debu dan pada gilirannya datang bersama-sama merakit sebuah komet dan terlindungi sepanjang sejarah Tata Surya.
Abundant molecular oxygen in the coma of comet 67P/Churyumov–Gerasimenko

A. Bieler et al.

Nature, 28 October 2015, DOI:10.1038/nature15707
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment