Langsung ke konten utama

Angustopila dominikae, Siput Terkecil dari China

Penelitian ~ Siput terkecil di dunia begitu kecil bahwa 10 kalinya pas di mata jarum. Angustopila dominikae adalah siput micro dengan panjang kurang dari 0,86 milimeter.

Tubuh kecil menyembunyikan diri dalam cangkang abu-abu polos menempel di celah-celah batu kapur curam sampai hujan untuk merumput di alga yang tumbuh dalam kondisi lembab.

Cangkang tak bertuan milik malaikat benar-benar kecil dengan 9 juta kali lebih kecil dalam volume dari kerabat terbesar bekicot tanah raksasa di Afrika membuatnya remah mahkluk belaka.

China yang memiliki populasi manusia terbesar menyimpan spesies baru siput tanah terkecil dengan cerita temuan ilmiah besar. Para ilmuwan melaporkan makhluk-makhluk kecil baru pemakan bakteri dan film jamur.

Anda tidak bisa menjadi jauh lebih kecil jika ingin menjadi hewan yang rumit, tapi siput cukup kompleks yang memberi dasar taksonomi dan hal-hal terkait evolusi dwarfisme invertebrata.

András Hunyadi, musafir dan kolektor siput dari Hungaria, menemukan spesimen tunggal di antara sampel tanah yang dikumpulkan tahun 2013 di kaki bukit kapur di provinsi Guangxi, China selatan.

Sementara siput lainnya mengevolusi pertahanan dalam cangkang dengan pintu perangkap atau kamar yang aman, A. dominikae tampaknya tetap menjaga profil rendah hati.

Begitu banyak pertanyaan tetap tak terjawab tentang gaya hidup, hanya ada cangkang tunggal dan tidak ada jejak DNA. Tapi microgastropoda lainnya diketahui hidup di pegunungan kars China, Thailand dan Malaysia.


Mereka mungkin menderita dalam persaingan sumber daya habitat terisolasi, sehingga bersembunyi dalam ukuran. Mungkin juga mengorbankan organ seperti paru-paru upaya untuk miniaturise sendiri.

Para peneliti juga melaporkan 6 siput kecil baru lainnya di provinsi tersebut yaitu Angustopila fabella, Angustopila subelevata, Angustopila szekeresi, Hypselostoma lacrima, Hypselostoma socialis dan Krobylos sinensis.

"Kami tidak bisa menjelaskan ukuran mereka dengan adaptasi terhadap lingkungan," kata Barna Páll-Gergely, biolog Shinshu University di Matsumoto, Jepang.

"Untuk serangga yang sangat kecil kita bisa menebak alasan evolusi mengapa mereka begitu, tapi dalam kasus siput jauh lebih sulit," kata Páll-Gergely.

Seluruh keluarga spesies yang sangat kecil datang dari leluhur 60 juta tahun lalu. Sejak itu spesies yang sangat kecil ini entah bagaimana selamat di wilayah geografis dan iklim berbeda.
Seven new hypselostomatid species from China, including some of the world’s smallest land snails (Gastropoda, Pulmonata, Orthurethra)

Barna Páll-Gergely, András Hunyadi, Adrienne Jochum, Takahiro Asami

ZooKeys, 28 Sep 2015, DOI:10.3897/zookeys.523.6114

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…