Friday, September 18, 2015

Ikan Coelacanth Fosil Hidup Memiliki Paru-paru

Penelitian ~ Fosil hidup memiliki paru-paru vestigial. Coelacanth, ikan lobus bersirip perenang kuno yang kemudian menjadi semua tetrapoda, termasuk manusia.

Ikan Coelacanth hanya 2 spesies dikenal ilmu pengetahuan yaitu Latimeria chalumnae di Mozambique dan Latimeria menadoesis di Indonesia panjang 2 meter dan berat 90 kilogram membawa paru-paru di perutnya.

Ketika dinosaurus berkuasa, Ikan Coelacanth besar dan kuat bernafas menggunakan paru-paru sebelum mengungsi ke perairan dalam menggunakan insang.

Paru-paru membantu ikan bertahan hidup dalam oksigen rendah laut Mesozoic, beradaptasi dan bertahan dari hukuman asteroid yang memukul Bumi dan menghapus dinosaurus non-avian di akhir Cretaceous.

Para peneliti mengisi kamar yang hilang 70 juta tahun dalam garis keturunan misterius pohon keluarga ikan dan bagaimana hewan akuatik Devonian mungkin terlihat 410 juta tahun lalu.

Manusia dan semua mamalia, reptil, amfibi, burung dan tetrapoda dengan semua vertebrata berkaki 4 semua berasal dari lobus-bersirip dari salmon hingga sarden mengisi lautan hari ini.

Para ilmuwan menutup buku ikan Coelacanth dan hanya dikenal dari catatan fosil sampai spesies L. chalumnae ditemukan tahun 1938 di Afrika Selatan dan tampaknya melestarikan fitur fisik nenek moyang.

"Seiring Era Mesozoikum beberapa coelacanth pindah ke laut dalam sangat rendah oksigen, mungkin memicu total kerugian respirasi paru," kata Paulo Brito, paleontolog Rio de Janeiro State University di Brazil.

Sementara nenek moyang coelacanth modern mungkin memiliki paru fungsional, semakin dewasa orang berhenti tumbuh dan akhirnya tidak perlu. Rahang berongga dan berengsel yang membuka mulut lebar untuk menelan mangsa besar.

Tomografi sinar-X memindai spesimen pada umur berbeda termasuk embrio, remaja dan orang dewasa. Pada tahap embrio awal, hewan muda memiliki paru relatif besar dan berpotensi fungsional.

Pada saat coelacanth mencapai usia dewasa, paru-paru tumbuh melambat dan menjadi murni vestigial. Paru-paru tidak memiliki fungsi sama sekali seperti usus buntu pada manusia.
Allometric growth in the extant coelacanth lung during ontogenetic development

Camila Cupello et al.

Nature Communications, 15 September 2015, DOI:10.1038/ncomms9222
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment