Skip to main content

Mollivirus sibericum, Virus Raksasa Keempat dari Permafrost

Penelitian ~ Para ilmuwan menghidupkan kembali virus raksasa, Mollivirus sibericum yang tidur 30.000 tahun dalam permafrost setelah menggali sedimen beku Siberia.

Di lenskap kritis beku Siberia dan peringatkan perubahan iklim di Kutub Utara dan daerah sub-Arktik adalah kebangkitan patogen mikroskopis berbahaya setelah tertidur puluhan ribu tahun.

Sebuah virus kuno raksasa hanya ditemukan ketika es meleleh dan tidak akan menjadi yang terakhir. Keempat kalinya ditemukan dan Anda dapat yakin mahkluk kecil lain siap mengintai.

Kisah keluarga virus raksasa Megaviridae diawali Mimivirus yang ditemukan pada tahun 2003, kemudian Pandoravirus pada tahun 2013 dan Pithovirus pada tahun 2014.

Pekan ini tim ilmuwan melaporkan M. sibericum, jenis keempat dan kedua oleh tim yang sama dalam sampel permafrost sama bergabung dengan Mimivirus, Pandoravirus salinus, Pandoravirus dulcis dan Pithovirus sibericum.

Spesimen kuno Zaman Es terakhir dan hari ini perubahan iklim memanaskan Kutub Utara dan sub-Arktik lebih dari 2 kali rata-rata global sehingga permafrost tidak lagi permanen.

Untuk memenuhi syarat sebagai raksasa, virus harus lebih besar dari setengah mikron atau seperseribu milimeter. M. sibericum dalam lapisan beku timur laut Rusia selebar 0,6 mikron.

"Sebuah partikel virus mungkin masih cukup menular," kata Jean-Michel Claverie, biolog National Centre for Scientific Research di Perancis.

Credit: IGS CNRS/AMU

Daerah di mana mikroba raksasa ditemukan mengandung sumber daya mineral terutama minyak dan menjadi semakin mudah dieksploitasi industri seiring kepergian es.

"Jika tidak berhati-hati dan industrialisasi daerah ini tanpa pengamanan cukup, satu hari nanti kita membangunkan virus seperti wabah cacar pertama kali mewabah," kata Claverie.

Dalam kondisi laboratorium yang aman Claverie dan rekan membangunkan kembali virus dan membiarkan menginfeksi amuba bersel tunggal sebagai host. Pada tahun 2013 mereka menghidupkan P. sibericum dalam cawan petri.

M. sibericum memiliki lebih dari 500 gen, sedangkan keluarga lain virus raksasa yang ditemukan pada tahun 2003, P. salinus dan P. dulcis memiliki 2.500 gen. Virus Influenza A hanya memiliki 8 gen.


In-depth study of Mollivirus sibericum, a new 30,000-y-old giant virus infecting Acanthamoeba

Matthieu Legendre et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, September 8, 2015, DOI:10.1073/pnas.1510795112

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…