Skip to main content

Peningkatan Mangsa Tidak Menambah Jumlah Predator

Penelitian ~ Matematika mengkalibrasi hubungan predator dan mangsa yang beragam adalah konsisten. Kuasa hukum predasi menetapkan aturan fisiologi aneh.

Peningkatan jumlah rusa, ikan dan fitoplankton tidak semena-mena meningkatkan jumlah harimau, beruang dan zooplankton. Formula matematika tidak mendalilkan kurva linier mangsa dan predator.

Di darat atau laut ketika zebra, rusa atau bahkan ganggang yang berkembang biak, kelimpahan predator tidak meningkat cukup banyak. Pada titik tertentu adalah konsistensi total massa karnivora.

Predator tergantung pada mangsa untuk makanan, tetapi peningkatan jumlah hewan mangsa tidak membawa peningkatan proporsional jumlah predator baik terestrial maupun aquatik.

Meta analisis lebih dari 1.000 penelitian sebelumnya dengan 1.500 lokasi di seluruh dunia melihat skala cukup besar yang menyarankan tingkat organisasi ekologi aneh.

Perbandingan karnivora dan herbivora di ekosistem berbeda di Afrika seperti Serengeti dan Kalahari menunjuk pola konsisten bahwa jumlah predator tidak meningkat pesat seiring pengingkatan mangsa.

Ian Hatton, biolog McGill University, dan rekan terkejut sehingga melanjutkan untuk melihat di Asia Tenggara dan Amerika Utara dengan ekosistem padang rumput, hutan, danau dan lautan dengan hasil sama.

"Bahkan zooplankton yang memakan fitoplankton menunjuk pola struktural yang sama," kata Hatton.
The predator-prey power law: Biomass scaling across terrestrial and aquatic biomes

Ian A. Hatton, Kevin S. McCann, John M. Fryxell, T. Jonathan Davies, Matteo Smerlak, Anthony R. E. Sinclair, Michel Loreau

Science, 4 September 2015, DOI:10.1126/science.aac6284

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…