Langsung ke konten utama

Kekuasaan Elang Pelindung Kolibri Dari Gagak

Penelitian ~ Kekuasaan elang perisai hidup kolibri dari pemangsa gagak. Di bawah perlindungan penguasa, burung kecil mengantungkan hidup dari preman penjarah.

Ketika Anda kecil sangat baik memiliki teman-teman besar, ketika dewasa menjalin koneksi dengan bupati. Orang Batak berharap salah satu anggota keluarga menjadi polisi, tentara atau sarjana hukum.

Kolibri Hitam Berdagu (Archilochus alexandri) seberat 3 gram melakukan sedikit diplomasi geopolitik menghadapi Gagak Jays Meksiko (Amphelocoma wollweberi) 40 kali berat badan mereka.

Sarang burung kecil dengan telur kacang begitu menggoda predator. Laporan baru menunjuk kolibri mengevolusi pendekatan cerdas keamanan rumah menggunakan elang sebagai anjing penjaga.

Ibu kolibri berhasil melindungi telur dan anak-anak dari santapan Jays rakus dengan membangun sarang aman di dahan rendah sekitar pohon yang memiliki sarang elang di atas.

"Pertama kalinya kita tahu para pemain," kata Harold Greeney, direktur Yanayacu Biological Station di Cosanga, Ekuador.

Elang Tembaga (Accipiter cooperii) dan Elang Utara (Accipiter gentilis) sangat gesit. Berburu dengan bertengger diam-diam dan menunggu mangsa lewat di bawahnya.

Menukik ke bawah, menghindari cabang-cabang pohon dan membawa kematian kepada jays dari atas. Tapi gagak menyadari bahaya elang sehingga mereka menghindari lewat di bawahnya.

Credit: Harold F. Greeney et al.

Jays pandai menyaru suara burung lain dan lincah melompat di sekitar dedaunan untuk merampok sarang kolibri, sehingga kehadiran elang efektif menyelubungi kolibri di medan kerucut yang membuat telur aman.

"Jays keluar kira-kira 100 meter ke segala arah menjauhi sarang elang," kata Greeney.

Greeney mengatakan fenomena top predator menyediakan perlindungan bagi spesies yang lebih kecil belum pernah didokumentasikan sebelumnya di dunia burung.

Tapi misteri tetap tergantung. Para peneliti tidak yakin bagaimana kolibri tahu membangun rumah dekat elang. Mungkin bukan pilihan disengaja, kolibri menyalin tempat di mana sarang burung lainnya sukses.

Atau mungkin trial and error dan cenderung membangun sarang di tempat yang sama tahun demi tahun dan mereka pelan-pelan meninggalkan situs bersarang di mana cenderung diserang.

"Mereka kembali ke situs di mana sebelumnya sukses berkembang biak dan ini terjadi di bawah sarang elang," kata Greeney.
Trait-mediated trophic cascade creates enemy-free space for nesting hummingbirds

Harold F. Greeney et al.

Science Advances, 04 Sep 2015, DOI:10.1126/sciadv.1500310

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…