Saturday, September 5, 2015

Mesir Kuno Pelihara Alap-Alap Untuk Persembahan Tuhan

Penelitian ~ Mumi Mesir kuno lebih dari sekedar manusia, segala macam mumi dari kuburan kuno termasuk kucing, anjing dan banyak burung adalah iman kepada tuhan.

Pencitraan tiga dimensi mumi alap-alap yang mati karena dipaksa makan berlebihan bahwa burung pemangsa dibesarkan dan mumi adalah persembahan kepada sang pencipta.

Setelah masa penuh gejolak antara tahun 600 SM hingga tahun 250 masyarakat membangkitan kultus hewan sebagai upaya untuk meningkatkan identitas spiritual nasional.

Raptor mati karena dipaksa makan terlalu banyak, perut terkandung tikus rumah dan burung mungkin tersedak sampai mati sebelum dikirim ke kuil-kuil untuk ditawarkan kepada ulama.

Para agamawan aktif melembagakan program pemuliaan gagak dan setelah dewasa dikeringkan kemudian dicelupkan ke dalam resin cair dan dibungkus untuk persembahan religius.

Mesir kuno percaya hewan tertentu memiliki avatar tertentu sebagai pembawa kuasa ilahi. Tapi yang dikorbankan nazar, jutaan mumi raptor dari periode waktu yang sama bertemu akhir mengerikan.


Para peneliti mendapat wahyu melalui pencitraan digital CT scan pada Alap-alap Eropa (Falco Tinnunculus) dan kecurigaan pemuliaan massal sebagai persembahan kepada yang maha kuasa.

Perut burung penuh Tikus Rumah (Mus musculus) termasuk 27 gigi dan sebagian burung gereja serta kerikil yang dimakan dan dimuntahkan kembali dengan kerongkongan menjulur ekor tikus.

"Mereka mati karena sesak napas yang disebabkan oleh makan berlebihan," kata Salima Ikram, arkeolog American University di Cairo.

"Setidaknya 2 tikus dicerna dengan baik dan seekor burung pipit dicerna sebagian. Ekor tikus terjebak dalam tenggorokan dan burung tersedak," kata Ikram.
Fatal force-feeding or Gluttonous Gagging? The death of Kestrel SACHM 2575

Salima Ikram et al.

Journal of Archaeological Science, 18 August 2015, DOI:10.1016/j.jas.2015.08.015
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment