Friday, September 4, 2015

Simpanse Demonstrasi Senjata Untuk Serangan Udara

Penelitian ~ Tenang dan kalem adalah sikap tegas ketika menegakkan hukum penerbangan. Simpanse menggunakan senjata tongkat 1,8 meter menjatuhkan drone dari langit.

Mencoba mendapatkan gambar hewan untuk mendokumentasikan alam dari tempat yang nyaman maka drone pembawa kamera pada dasarnya cara terbaik memangkas kesibukan.

Para kru televisi Belanda mengira dirinya cukup pintar dengan menerbangkan drone mewah untuk pekerjaan kotor. Tapi simpanse di Royal Burgers Zoo Belanda tidak membiarkan mereka dengan mudah.

Simpanse begitu antusias dengan invasi ruang dan segera meraih tongkat untuk memukul jatuh drone dari udara. Simpanse bernama Tushi membuktikan ranting lebih cocok bagi alat canggih kru film.

Pesawat tak berawak runtuh dan hancur. Drone gugur dalam tugas. Tapi para ilmuwan mengubah kejadian tragis menjadi paku peti mati ilmiah inovasi evolusioner hominidae.

"Penggunaan tongkat sebagai senjata dalam konteks ini adalah tindakan yang unik," kata Jan van Hooff dari Royal Burgers Zoo.

"Perilaku disengaja mengingat keputusan untuk memilih dan membawa senjata ke tempat di mana pesawat tak berawak lebih mudah dijatuhkan," kata Hooff.

Kotak hitam pesawat tak berawak merekam Tushi nampak kesal daripada takut ketika diserang. Wajah tegang memamerkan gigi, tapi perilaku tidak khas ketika simpanse ketakutan.

Perbedaan ini adalah kunci bahwa Tushi telah merencanakan serangan sebelumya dan tidak hanya bertindak refleks karena takut. Mereka tidak suka privasi diintip dan ditayangkan di televisi tanpa royalti.

Setelah memukul di udara, Tushi dan teman sekamarnya Raimee bahkan berhati-hati memeriksa drone kemudian melempar sebelum mereka kehilangan minat dan melanjutkan untuk kegiatan normal mereka.

Insiden Royal Burgers bukan akun pertama simpanse menggunakan alat, tapi mereka sengaja memilih alat yang sangat cocok untuk menjalankan tugas. Data tegas dukungan teori ketrampilan kualitas.

Kera memilih ukuran, bentuk dan berat alat untuk penggunaan tertentu dalam pikiran. Tongkat digunakan untuk mengumpulkan daun segar dari cabang, sementara potongan kayu berat dan batu dilempar sebagai senjata.

Penggunaan alat yang disengaja pada simpanse menambah bukti bahwa primata non-manusia dapat berpikir ke depan dan menjadi lebih kreatif dalam aplikasi toolmaking.




Captive chimpanzee takes down a drone: tool use toward a flying object

Jan A. R. A. M. van Hooff and Bas Lukkenaar

Primates, 03 September 2015, DOI:10.1007/s10329-015-0482-2
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment