Thursday, September 3, 2015

Nanomia bijuga, Koloni Ubur-ubur Bertenaga Turbo

Penelitian ~ Koloni ubur-ubur bertenaga turbo menginspirasi kapal selam masa depan. Nanomia bijuga adalah makhluk planktonik agar-agar yang dimotori unit-unit individu.

Kerja tim melibatkan seluruh anggota lembaga dan sebagai plankton predator, mereka bukan manusia tapi memiliki divisi yang sangat efektif bekerja meskipun tanpa otak.

Para peneliti melaporkan hasil setelah mempelajari teknik berenang sederhana tapi bermanuver sangat mobile koloni ubur-ubur yang menginspirasi desain teknologi kendaraan bawah air.

Ketika muncul dan semua bersama-sama, Nanomia seperti menjadi mahkluk tunggal dengan pemuda di ujung depan, orang dewasa mendayung dan lainnya mengurus kebutuhan hidup.

N. bijuga anggota siphonophore terkait jeli dan anemon hidup bermasyarakat. Tubuh agar-agar dengan motor bertindak sebagai mini turbo menembak keluar aliran air untuk bergerak.

Pendorong nectophores adalah kerja individu disebut zooids yang khusus berenang atau reproduksi dan makan. Pertanyaan besar adalah bagaimana inovasi semua koloni bisa bekerjasama.

"Semakin muda berenang di ujung koloni bertanggung jawab untuk arah. Mereka menghasilkan banyak torsi," kata Kelly Sutherland, oceanografer University of Oregon.

Untuk melihat dalam tindakan, peneliti menempatkan makhluk dalam tanki kecil yang diterangi laser tipis. Login gerakan transparan menggunakan kamera pada tingkat 1000 frame per detik.

Teknik particle image velocimetry diharapkan melakukan pengukuran kecepatan arus dan turbulensi cairan. Penggerak menawarkan wawasan biomekanik teknologi baru menyalakan kendaraan.

"Jeli ini memiliki kemampuan jet statis untuk semua manuver yang dibutuhkan. Rancangan sederhana tapi elegan," kata Sutherland.

Sistem berenang unik ubur-ubur yang berarti jika salah satu jet turun, mereka kehilangan sedikit propulsi meskipun nectophores lainnya terus mendorong melalui arus air.

Sementara sebagian besar kendaraan buatan manusia mengandalkan jet pendorong tunggal untuk mengubah arah, ubur-ubur ini menggunakan beberapa jet statis untuk mendapatkan gerakan dan koordinasi.

Jet tidak digunakan untuk menyetir arah tertentu, tapi tujuan berenang dilakukan dengan mengontrol gerakan per unit sebagaimana jet keluar dan seberapa kuat dorongan.

Para peneliti percaya identifikasi pola-pola pengendalian mengizinkan untuk memahami tingkat kinerja tinggi menyelam dan mungkin beberapa informasi untuk rekayasa kendaraan manusia.




Multi-jet propulsion organized by clonal development in a colonial siphonophore

John H. Costello et al.

Nature Communications, Updated 02 September 2015, DOI:10.1038/ncomms9158
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment