Tuesday, September 1, 2015

Sima de los Huesos Menunjuk 4 Tahap Evolusi Manusia

Penelitian ~ Tulang belulang berdating 430.000 tahun situs Sima de los Huesos di Sierra de Atapuerca membagi evolusi ukuran dan bentuk tubuh manusia melalui empat tahap.

Ketika hadir menjadi manusia modern tidak datang tandem sebagai sebuah paket. Homo sapiens mengikuti pola mosaik dimana perubahan evolusioner beberapa bagian tubuh didahului orang lain.

Situs Pleistosen paleodeme tengah Sima de los Huesos di Sierra de Atapuerca yang sekarang Spanyol utara mengawetkan koleksi terbesar kelimpahan fosil tulang dan tengkorak manusia.

Sebuah arsip konservasi setidaknya terbaring 28 orang laki-laki dan perempuan berbagai usia pada saat kematian bersama dengan tulang beruang karnivora punah Ursus deningeri.

Para ilmuwan mengukur 1.523 spesimen mewakili minimum 19 individu menjadi nilai baku sebagai proxy untuk memperkirakan garis silsilah tinggi badan, rentang tubuh dan berat badan.

Orang-orang Atapuerca relatif tinggi, lebar berotot dan bipedal tapi massa otak relatif kecil dibanding Homo neanderthalensis. Fitur anatomi selain tengkorak terkat erat dengan Neanderthal yang kemudian tidak hadir pada manusia modern.

"Proses evolusi dalam genus kita sebagian besar ditandai dengan stasis bentuk tubuh untuk sebagian besar sejarah evolusi," kata Rolf Quam, antropolog Binghamton University.

Perbandingan fosil Atapuerca dengan fosil manusia lain menunjuk bahwa evolusi tubuh manusia melalui 4 tahap utama gaya hidup tergantung pada derajat arborealitas dan bipedalisme.

Fosil Atapuerca mewakili tahap ke-3 dengan tinggi, lebar-kuat dan bipedal yang secara eksklusif semakin khas terestrial dan semakin menjauhi gaya perilaku arboreal.

Bentuk tubuh yang sama mungkin seiring waktu anggota tertua Homo erectus serta anggota terkini termasuk Neanderthal. Dengan demikian bentuk tubuh ini telah hadir dalam genus Homo lebih dari satu juta tahun.
Postcranial morphology of the middle Pleistocene humans from Sima de los Huesos, Spain

Juan Luis Arsuaga et al.

Proceedings of the National Academy of Sciences, August 31, 2015, DOI:10.1073/pnas.1514828112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment