Saturday, August 8, 2015

Penghapusan dan Duplikasi Gen Alur Menjadi Manusia

Penelitian ~ Leluhur sangat jauh manusia lebih kaya DNA, pemetaan atlas penghapusan dan duplikasi genetik terungkap hubungan evolusi di antara kelompok berantakan.

Sebuah atlas baru keragaman genetik manusia mengungkap DNA nenek moyang manusia yang tampak seperti sebelum orang-orang pendahulu dalam perjalanan keluar dari Afrika.

Leluhur manusia menyiapkan DNA ekstra 40,7 juta lebih base pairs dan garis trah Homo sapiens menghapusnya 2 juta tahun lalu ketika mulai beranjak berpindah dari Afrika.

Tiga miliar base pairs materi kimia genom manusia diwakili huruf A, T, G dan C sebagai satu set blueprint instruksi pembacaan protein. Tapi narasi novel cukup sewenang-wenang bahwa evolusi adalah kekacauan otobiografi.

Potongan genom terus-menerus ditulis ulang, digandakan dan dihapus tanpa alasan. Sebuah buku digunting dan diperbanyak mesin fotokopi kemudian ditimpa tinta sebelum samar terhapus cuaca.

Memahami genom manusia merekonstruksi sejarah evolusi dengan membandingkan salinan genom antar populasi dan menyimpang dari waktu ke waktu.

Credit: Peter H. Sudmant

Para orang tua tersebar di Bumi membuang potongan DNA di sana-sini, tapi populasi tertentu menambah DNA sebagian besar melalui duplikasi dari kode genetik yang sengaja disalin dan diwariskan.

Sebuah tim mengurutkan genom 236 individu dari 125 populasi berbeda di seluruh dunia. Nenek moyang manusia menumpahkan 15,8 juta base pairs DNA sebelum menjadi manusia modern.

"Pesan yang dibawa pulang bahwa kita terus menemukan variasi lebih banyak genetik antar manusia dari sebelumnya," kata Evan Eichler, genetikawan University of Washington di Seattle.

Elemen struktur copy number variants (CNVs) di seluruh dunia memiliki resolusi jauh lebih halus. Penghapusan atau duplikasi CNV adalah lokus genomik sangat bervariasi dan sering dalam konten berulang-ulang.
Global diversity, population stratification, and selection of human copy number variation

Peter H. Sudmant1 et al.
  1. Department of Genome Sciences, University of Washington, Seattle, WA 98195, USA
Science, August 6 2015, DOI:10.1126/science.aab3761
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment