Friday, August 7, 2015

Kosmobiologi Mendeskripsi Kehidupan Skala Kosmos

Penelitian ~ Galaksi tua raksasa, bukan Bima Sakti, yang terbaik bagi kehidupan. Kosmos memiliki lingkungan lebih baik dan lebih buruk yang cocok bagi organisme berevolusi.

Bidang astrobiologi membuat langkah besar dalam memahami zona layak huni di sekitar bintang di mana kehidupan bisa dimulai, mempertahankan eksistensi dan berevolusi menjadi mahkluk kompleks

Tapi para ilmuwan hanya tahu sedikit bagaimana kehidupan berevolusi, astrobiolog menganggap Bumi perwakilan untuk kehidupan di mana-mana dan mungkin tidak begitu adanya.

Bagaimana pun gagasan alam semesta menyimpan lingkungan lebih atau kurang ramah adalah subjek spekulatif karena para ilmuwan belum menemukan contoh kehidupan alien.

Tapi zona layak huni di mana air stabil dan makhluk mirip Bumi memiliki kesempatan untuk berjuang telah diusulkan untuk sistem exoplanet dan area dalam galaksi.

Pendekatan bergulir kasar pada subjek ini karena indikator kelayakhunian kimia benar-benar bola liar yang diterjemahkan pada skala manusia. Sekarang 2 laporan mencoba untuk melukis gambar pada skala kosmos sebagai kosmobiologi.

Para astronom telah mengamati ratusan ribu galaksi di alam semesta lokal. Tiga kriteria astrofisika kunci yang penting mengatur kelayakhunian yaitu massa total bintang, massa total logam dan tingkat pertumbuhan bintang

Kehidupan kemungkinan besar berkembang di galaksi elips raksasa, tetapi galaksi kerdil paling ramah dan spiral Bima Sakti jatuh di antara kedua ujung kontinum tersebut.

Galaksi ramah kehidupan membutuhkan banyak bintang sebagai host planet karena probabilitas kuantitas adalah penting. Tetapi tingkat rendah pembentukan bintang mengurangi jumlah supernova pelaku kiamat.

Ledakan kekerasan supernova yang terjadi ketika bintang-bintang besar mati hanya beberapa juta tahun menyebabkan kepunahan massal dunia di dekatnya yang menutup kesempatan organisme berjuang.

Tingkat rendah pembentukan bintang baru berarti lebih sedikit bom waktu berdetak. Minimal memberi kesempatan kepada monosel berkembang menjadi dinosaurus selama beberapa ratus juta tahun.

Para pemenang penyelengara surga adalah galaksi elips raksasa lebih dari 2 massa Bima Sakti, tetapi 10 kali lebih sedikit memuat jumlah bintang muda yang mudah menguap.

"Jika Bima Sakti mampu hosting 1 planet layak huni, galaksi elips raksasa menjadi tuan rumah 10.000 planet layak huni," kata Pratika Dayal, astronom University of Durham di UK.

Tempat terburuk mungkin galaksi kecil yang tidak teratur dengan banyak bintang baru lahir. Ledakan supernova mensterilkan seluruh galaksi, meskipun mungkin juga ada unsur cukup berat hidrogen membentuk planet-planet.

Tapi bukan hanya supernova yang perlu mempertimbangkan. Semburan sinar gamma sepupu mematikan supernova yang jarang terjadi menempatkan takdir yang sama kepada kehidupan.

Bumi mengalami satu kali ledakan sinar gamma dalam 500 juta tahun terakhir, mungkin mengakibatkan kepunahan massal yang meneror trilobita sekitar 440 juta tahun lalu.
The quest for cradles of life: using the fundamental metallicity relation to hunt for the most habitable type of galaxy

Pratika Dayal, Charles Cockell, Ken Rice, Anupam Mazumdar

arXiv, Submitted on 15 Jul 2015, arXiv:1507.04346

Can life survive Gamma-Ray Bursts in the high-redshift universe?

Ye Li, Bing Zhang

arXiv, Submitted on 21 Jul 2015, arXiv:1507.05966
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment