Thursday, August 6, 2015

Rekonstruksi Pola Makan Mamalia 4 Juta Tahun Lalu

Penelitian ~ Rumput tumbuh lebih umum di Afrika, sebagian besar kelompok mamalia besar mencoba merumput selama 4 juta tahun terakhir.

Tetapi beberapa hewan punah atau mereka beralih kembali menggapai makan di pohon dan semak-semak. Seolah-olah di suatu kota ada sebuah genre baru restoran untuk dicoba.

Satu-satunya kelompok utama yang masih sebagian besar merumput adalah bovidae yaitu sapi, kerbau, domba, rusa kutub, hartebeest dan beberapa antelop seperti kijang dan waterbucks.

"Ini catatan tentang bagaimana mamalia berbeda merespon dan uji coba makan sumber daya yaitu rumput," kata Thure Cerling, geokimiawan University of Utah di Salt Lake City.

Uji coba pola makan memuncak sekitar 2 juta tahun lalu. Laporan baru juga mengungkapkan bahwa saat ini belum tentu kunci masa lalu dalam hal apa yang dimakan.

Hari ini gajah dan kijang bertanduk spiral mengurut pepohonan dan semak-semak, tetapi 2 juta tahun lalu gajah Afrika merumput dan antelop mencampur diet pohon dengan banyak rumput.

Gajah yang makan rumput berlimpah di Afrika 2 juta tahun lalu punah di Afrika, tapi sebagian bertahan di Asia di mana mereka merumput dicampur juga diet pohon dan semak-semak.

Laporan baru penting untuk menantang asumsi ketika menyusun rekonstruksi ekologi. Cerling dan rekan menganalisis penggembalaan dan pola makan hewan selama 4 juta tahun terakhir di Afrika timur dan tengah.

Turkana Basin dari Kenya hingga Ethiopia memiliki keragaman lebih besar diet campuran 4,1 hingga 2,3 juta tahun lalu. Dari 2,3 hingga 1 juta tahun lalu lebih banyak berumput dibanding hari ini.

Selama 30 tahun penelitian di lapangan, Cerling dan rekan menganlisis enamel gigi lebih dari 900 sampel fosil herbivora yang hidup 4 hingga 1 juta tahun lalu di Cekungan Turkana.

Rasio isotop karbon-13 terhadap karbon-12 mengungkap bahwa hewan diet C3 fotosintesis untuk pohon, C4 fotosintesis untuk tumput (musim kemarau atau rumput tropis) atau diet campuran.

Kadar karbon dioksida rendah di atmosfer diyakini bertanggung jawab untuk ekspansi global padang rumput tropis antara 10 hingga 5 juta tahun lalu. C4 digunakan rumput tropis agar lebih efisien di iklim panas.

"Selama 10 juta tahun terakhir, rumput berjalan jauh mungkin 1 persen dari produktivitas lanskap tropis hingga 50 persen hari ini," kata Cerling.

"Semua kelompok mamalia besar mencoba eksperimen makan rumput dan banyak dari mereka tidak berhasil dalam jangka panjang," kata Cerling.

"Mereka punah atau beralih ke diet lain. Bahkan jerapah merumput, tapi punah. Ada 3 garis keturunan utama dari babi yang makan rumput dan hanya 1 yang selamat yaitu babi hutan," kata Cerling.

Pemakan rumput lain yang punah di Afrika 1 juta tahun lalu termasuk badak bercula tiga dan gajah yang hanya bertahan di Asia. Pemakan pohon yang tetap mempertahankan pola saat ini jerapah, badak hitam, kijang kecil dan antelop hutan.

Sementara kuda, warthogs, zebra, badak putih dan bovids yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, rusa kutub, hartebeest dan antelop seperti waterbuck dan kijang tetap terjebak dengan rumput.

"Pemakan rumput berhasil muncul menjadi bovids," kata Cerling.

Bahkan beberapa bovids yaitu rusa dan Elands sesekali mencampur rumput dan pohon, tapi hari ini kembali kembali ke pohon dan semak. Impala hari ini sebagian besar mencampur rumput dan pohon adalah perumput di masa lalu.
Dietary changes of large herbivores in the Turkana Basin, Kenya from 4 to 1 Ma

Thure E. Cerling1,2 et al.
  1. Department of Geology and Geophysics, University of Utah, Salt Lake City, UT 84112
  2. Department of Biology, University of Utah, Salt Lake City, UT 84112
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 3, 2015, DOI:10.1073/pnas.1513075112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment