Thursday, August 6, 2015

Massa Tubuh Tidak Mendikte Jalur Genus Homo

Penelitian ~ Besar tidak lebih baik bagi manusia awal, teori tentang pembesaran ukuran tubuh adalah bagian penting evolusi awal manusia tampak gemetar.

Anggota pertama genus Homo lebih kecil dari perkiraan sebelumnya dan memaksa memikirkan kembali adaptasi yang menempatkan leluhur manusia ke jalan yang benar.

Ukuran spesimen hominin awal bertentangan dengan teori populer bahwa asal-usul genus Homo yang melahirkan Homo sapiens tidak bertepatan dengan akidahnya atau mengedap dalam massa tubuh.

Lintasan umum evolusi cenderung menghasilkan spesies yang lebih besar dan lebih besar, tapi laporan baru memberi sangkalan dengan banyak pengecualian dan bahkan lebih halus yaitu genus Homo.

Beberapa waktu sekitar 2,8 juta tahun lalu, hominid Australopithecus berevolusi menuju Homo habilis, perwakilan pertama genus Homo. Mereka berbeda oleh penggunaan alat lebih canggih dan tempurung otak lebih besar.

Spesimen awal genus Homo lebih kecil dari perkiraan sebelumnya, sebuah tim menempatkan lonjakan ukuran tubuh di tengah-tengah evolusi bahwa Homo erectus adalah pertama meningkatkan massa tubuh.

"Salah satu temuan utama kami anggota awal genus berbeda dalam massa tubuh dari australopith sebelumnya," kata Mark Grabowski, antropolog George Washington University.

"Dengan kata lain, faktor-faktor yang mengatur garis keturunan manusia terpisah dari leluhur sebelumnya tidak terkait peningkatan ukuran tubuh yang penting dari berbagai hipotesis adaptif asal-usul genus homo," kata Grabowski.

Sebelumnya, para ilmuwan menyarankan peningkatan kemampuan berburu yang menyediakan sebagian besar asupan diet daging menyebabkan ukuran lebih besar genus Homo.

Sementara hipotesis yang bisa menjelaskan peningkatan ukuran tubuh datang kemudian dalam kuasa H. erectus tidak konsisten dengan munculnya Homo awal.

Sampai saat ini antropologmengandalkan perkiraan massa tubuh hominin disajikan Henry M. McHenry pada tahun 1992. Sejak itu lebih banyak fosil ditemukan dan para ilmuwan lebih baik memahami kompleksitas.

Grabowski dan rekan menerapkan novel metode baru untuk menganalisis data set fosil komprehensif sebagai standar baru perkiraan massa fosil hominin dan dimorfisme seksual.

Tingginya tingkat dimorfisme seperti pada gorila mungkin berkorelasi dengan struktur sosial yang harus memberi jeda model evolusi monogami yang lebih modern di awal garis evolusi.
Body mass estimates of hominin fossils and the evolution of human body size

Mark Grabowski1,2 et al.
  1. Center for the Advanced Study of Human Paleobiology, Department of Anthropology, The George Washington University, 800 22nd St., NW Suite 6000, Washington, DC 20052, USA
  2. Centre for Ecological and Evolutionary Synthesis (CEES), Department of Biosciences, University of Oslo, 0316 Oslo, Norway
Journal of Human Evolution, 17 June 2015, DOI:10.1016/j.jhevol.2015.05.005
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment