Saturday, August 15, 2015

Exoplanet 51 Eridani b Analogi Jupiter Ketika Bayi

Penelitian ~ Salah satu cara terbaik menyelidiki bagaimana Tata Surya berkembang adalah melihat sistem bintang muda dalam tahap awal perkembangan.

Leluhur primata memandang langit berisi dunia alien planet 51 Eridani b yang mengorbit bintang sekitar 96 tahun cahaya dari Bumi dan terbentuk 20 juta tahun lalu atau 40 tahun setelah dinosaurus mati.

Planet seperti Jupiter dalam sistem muda cincin decoder pemahaman bagaimana planet-planet terbentuk. Sebuah planet baru 51 Eridani b pertama kali ditemukan instrumen baru Gemini Planet Imager (GPI).

51 Eridani satu juta kali lebih redup dari bintang host dan menyampaikan tanda tangan metana terkuat yang pernah terdeteksi di sebuah planet asing dan harus memberi informasi tambahan bagaimana planet terbentuk.

Sementara observatorium ruang NASA Kepler melihat langsung goyangan cahaya planet di depan bintang, GPI tidak mencari cahaya planet itu sendiri. Instrumen dirancang menganalisis samar planet muda mengorbit bintang terang.

"Untuk mendeteksi planet-planet, Kepler melihat bayangan mereka. Tapi GPI tidak menggunakan pencitraan langsung," kata Bruce Macintosh, astrofisikawan Stanford University.

Para astronom menggunakan optik adaptif untuk mempertajam gambar bintang kemudian memblokir cahaya. Setiap cahaya yang tersisa masuk kemudian dianalisis dengan bintik-bintik kandidat planet.

Sejauh jam kosmik yang bersangkutan lahir 20 juta tahun lalu ketika planet menyatu karena materi jatuh sebagai energi. Planet 51 Eridani b mengorbit bintang pada jarak 150 kilometer atau sejarak Saturnus-Matahari.

Credit: J. Rameau (UdeM) dan C. Marois (NRC Herzberg)

Cahaya planet sangat samar, lebih dari 3 juta kali lebih redup bintang host, tapi GPI bisa melihat dengan jelas dengan massa 2 kali Jupiter atau setengah dari massa planet muda yang pernah ditemukan hingga kini.

Selain planet terendah yang pernah dicitrakan, 51 Eridani b juga paling dingin dengan 326 derajat Celsius, meskipun masih melelehkan timah, dan fitur sinyal metana di atmosfer terkuat dalam catatan.

Exoplanet setara Jupiter sebelumnya hanya memberi jejak samar metana, jauh berbeda dengan atmosfer metana berat raksasa gas dalam Tata Surya. Semua karakteristik sangat banyak menyarankan model Jupiter di masa pertumbuhan.

Ada ratusan planet lebih besar dari Bumi di luar sana, tapi sejauh ini tidak ada cara untuk mengetahui apakah benar-benar super-Bumi atau planet gas dan es seperti Neptunus ataukah berbeda sama sekali.

GPI mempelajari sistem tata surya lebih muda seperti 51 Eridani membantu para astronom memahami pembentukan planet tetangga dan bagaimana mekanisme umum pembentukan planet di seluruh alam semesta.
Discovery and spectroscopy of the young Jovian planet 51 Eri b with the Gemini Planet Imager

B. Macintosh1,2 et al.
  1. Kavli Institute for Particle Astrophysics and Cosmology, Stanford University, Stanford, CA 94305, USA.
  2. Lawrence Livermore National Laboratory, 7000 East Avenue, Livermore, CA 94040, USA.
Science, August 13 2015, DOI:10.1126/science.aac5891
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment