Saturday, August 29, 2015

Kuantum Spooky Action at a Distance Lulus Tes

Penelitian ~ Eksperimen baru memverifikasi spooky action at a distance, suatu variasi tes klasik John Bell belitan menutup celah fisika kuntum selama setengah abad.

Bukti terbaik dan resmi datang pekan ini. Konsep lokalitas suatu peristiwa di Bumi tidak bisa langsung mempengaruhi kondisi Mars tidak berlaku di dunia kuantum.

Pengalaman sehari-hari menyatakan obyek yang berjarak jauh tidak bisa saling mempengaruhi dan tidak hilang hanya karena memang tidak ada yang bisa melihatnya.

Bahkan Albert Einstein meninggalkan teorama hantu karena bentrok begitu parah dengan pandangan tentang dunia nyata. Tapi sifat kuantum adalah realitas pada tingkat tertentu dan benar-benar terjadi.

Sebuah eksperimen inovatif terbaru menempatkan satu paku terakhir di peti mati bahwa realisme lokal alam semesta tentang argumen fisika yang menetap selama hampir satu abad.

Para peneliti telah lama berpikir teori kuantum adalah nonlokal. Tapi konfirmasi eksperimental hampa udara begitu sulit dicapai. Sekarang laporan baru menutup dua celah keraguan sebelumnya.

Nonlocality begitu mendasar dan sangat penting tentang dunia mekanika. Suatu peralatan mirip dengan yang digunakan dalam percobaan baru dapat digunakan untuk membangun jaringan komunikasi sangat aman.

Ekperimen versi John Bell tahun 1964 berupaya menyelesaikan sengketa dengan menunjuk nonlokalitas dalam fisika kuantum sebagai ciri khas fenomena keterikatan partikel terlepas dari jarak di antara 2 objek.

Spin elektron terjerat segera memukul spin elektron lain, meskipun pada dasarnya secara bersamaan sebelum diukur. Seolah-olah partikel terjerat sebagai bagian dari satu keseluruhan sistem.

Einstein menyebut "spooky action at a distance" dan fisikawan lain bertanya-tanya apakah teori yang lebih mendasar dari mekanika kuantum dapat menjelaskan fenomena belitan sambil menjaga teritorial.

Sekarang Bas Hensen, fisikawan kuantum Delft University of Technology di Belanda, dan rekan menggunakan 2 chip berlian ditempatkan di laboratorium hampir 1,3 kilometer terpisah.

Setiap chip mengandung cacat kecil elektron. Para peneliti mencubit berlian dengan laser sehingga chip memancarkan foton yang dijerat dengan elektron. Foton dikirim ke laboratorium ketiga.

Setiap kali detektor di ujung splitter balok menangkap 2 foton pada saat yang sama ada transfer belitan. Kemudian para peneliti secara acak melakukan pengukuran definitif spin elektron.
Experimental loophole-free violation of a Bell inequality using entangled electron spins separated by 1.3 km

B. Hensen, H. Bernien, A.E. Dréau, A. Reiserer, N. Kalb, M.S. Blok, J. Ruitenberg, R.F.L. Vermeulen, R.N. Schouten, C. Abellán, W. Amaya, V. Pruneri, M. W. Mitchell, M. Markham, D.J. Twitchen, D. Elkouss, S. Wehner, T.H. Taminiau, R. Hanson

arXiv, Submitted on 24 Aug 2015, arXiv:1508.05949
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment