Friday, August 28, 2015

Lesung Batu Pengolah Barley Liar Fajar Pertanian

Penelitian ~ Alu kayu mengukir lesung batu dasar untuk menyajikan kelezatan rasa jelai paleolitik pemburu-pengumpul menjadi berbasis pertanian di seluruh lenskap Levant.

Situs hunian Natufian di Huzuq Musa Lembah Jordan menyelesaikan misteri lama cekungan tercetak ribuan tahun berbentuk kerucut ke dalam batuan dasar di seluruh Levant Selatan.

Rekonstruksi eksperimental pemburu-pengumpul orang-orang Natufian yang memilih bermukim wilayah Levant daripada nomaden membentang 12.500 hingga 10.200 tahun lalu.

Sekelompok peneliti Israel kembali ke Zaman Batu untuk membuat makan siang dan merekonstruksi petani awal memproses barley liar saat-saat kritis kebangkitan peradaban berbasis gizi.

Beberapa saat sebelum pemburu-pengumpul membangun masyarakat petani yang merupakan ciri khas revolusi Neolitik dengan memanen barley liar sebagai basis ekonomi agro-industri.

Pengolahan menir adalah langkah inovasi kelezatan proto-pita yang dipanggang di atas bara batu untuk menyajikan hidangan kaya vitamin dan nutrisi serta tinggi serat sebagai asal-usul roti.

Para arkeolog setuju domestikasi sereal dicapai 10.500 tahun lalu sehingga hidangan bekatul dan tepung yang dihasilkan dari barley liar sekitar 2000 hingga 3000 tahun sebelum budaya memasak.

Mortir pengolahan tanaman pangan, alat-alat batu kuno bersama item sesuai periode waktu seperti alu kayu, tongkat dan saringan merekonstruksi fajar inovasi terknologi pertanian.

Credit: David Eitam et al.

Para ilmuwan selama hampir 80 tahun melakukan penyelidikan tentang Natufian memanen sereal liar hampir matang dan mampu menghasilkan jumlah besar makanan gandum rendah kalori.

"Cekungan kerucut buatan manusia ditemukan di seluruh Asia Tenggara yang diperhatikan arkeolog dekade lalu, tapi tidak ada kesepakatan fungsional," kata Mordechai Kislev, arkeolog Bar-Ilan University.

Kemajuan teknologi mewakili perubahan diet karena mengolah menjadi tepung merupakan prasyarat yang diperlukan bagi pemukim Eropa di kemudian mengkonsumsi roti.

"Huzuq Musa diperkirakan memiliki populasi sekitar 100 orang. Jika kita berasumsi sejarah 35 liter gandum selama musim dingin sesuai dengan tingkat gizi wajar," kata Kislev.

Setelah pematangan di tanah untuk mencegah hamburan angin, biji-bijian dipisah dari tangkai kemudian disimpan ke tempat teduh dan memilah melalui proses penyaringan.

"Memproduksi makanan dari gandum liar tidak mudah, tapi tantangan terbesar memastikan bahwa ada yang tersisa untuk makan pada tahun berikutnya," kata Kislev.

"Natufian adalah jembatan revolusi Neolitik, ketika petani menetap mengembagkan disiplin yang diperlukan untuk merencanakan penanaman dan teknologi pembibitan biji dimulai," kata Kislev.
Experimental Barley Flour Production in 12,500-Year-Old Rock-Cut Mortars in Southwestern Asia

David Eitam, Mordechai Kislev, Adiel Karty, Ofer Bar-Yosef

PLoS ONE, DOI:10.1371/journal.pone.0133306
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment