Thursday, August 27, 2015

Teori Akresi Kerikil Solusi Menjadi Planet Gas Raksasa

Penelitian ~ Batu-batu kecil membangun planet besar. Teori akresi kerikil merevisi bagaimana protoplanet Jupiter atau Saturnus dibangun dari tahap pondasi hingga finishing.

Planet-planet terbesar di Tata Surya berawal dari proyek batuan terkecil. Kerikil sentimeter yang terbentuk 4,5 miliar tahun lalu dari debu dan es yang berputar-putar di sekitar Matahari yang baru lahir.

Pekan lalu sebuah tim memperkuat dukungan untuk sebuah teori bahwa kerikil-kerikil kecil primordial cepat menyatu ke dalam core protoplanet raksasa gas seperti Jupiter dan Saturnus.

Teori-teori sebelumnya menyarankan proses pembangunan sebuah planet raksasa diperlukan aglomerasi megah dari potongan jauh lebih besar dengan masing-masing sebesar 1 kilometer.

Laporan terbaru tentang skenario akresi kerikil menjelaskan bagaimana embrio planet mendesing mengelilingi Matahari kemudian menyenggol satu sama lain ketika medan gravitasi berinteraksi.

"Kami memulai dengan disk sederhana, fisika cukup sederhana," kata Harold Levison, planetolog Southwest Research Institute di Boulder, Colorado.

Tabrakan melemparkan beberapa protoplanet dari bidang disk berdebu yang efektif memangsa material. Mereka yang tersisa di disk menjadi kolam kerikil untuk menjadi planet benar.

"Ini pergeseran paradigma bagaimana planet terbentuk," kata Levison.

Tata Surya terburu-buru. Dalam beberapa juta tahun Matahari sudah makan sebagian besar disk gas dan debu. Jadi Jupiter dan Saturnus terselubung dalam amplop besar gas harus cepat terbentuk sebelum disk hilang.

Banyak teori percaya raksasa gas dimulai dengan core berbatu 10 kali Bumi yang cukup bagi gravitasi melahap selubung gas. Tapi pemodelan ini telah lama menyebabkan masalah bagi para ilmuwan.

Sebelum model kerikil-akresi muncul, teori terkemuka bahwa debu dan es perlahan bersatu membentuk objek berskala kilometer. Kombinasi satu sama lain sampai cukup besar menggenggam gas dan benar-benar jadi raksasa gas.

Tapi para ilmuwan menemukan kesulitan untuk menjelaskan bagaimana proses konstruksi ini selesai hanya dalam beberapa juta tahun sebelum piringan debu di sekitar Matahari menghilang.

Ide akresi kerikil menempatkan gambar untuk memecahkan masalah itu. Penjelasan bagaimana inti planet terbentuk dengan cepat karena gesekan dengan gas di disk memperlambat kerikil bertambah sebagai sebuah embrio planet.

Levison melakukan simulasi benar-benar memungkinkan planetesimal tumbuh untuk berinteraksi dan saling bertabrakan. Embrio planet yang sedikit lebih besar dari tetangga mereka cenderung menggertak.
Growing the gas-giant planets by the gradual accumulation of pebbles

Harold F. Levison et al.

Nature, 19 August 2015, DOI:10.1038/nature14675
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment