Tuesday, August 25, 2015

Asal-Usul Keragaman Bentuk Genital Perempuan

Penelitian ~ Genital ikan perempuan terbuka kecil atau tertutup tergatung siapa penis yang diinginkan dan Ikan Gupi Bahama (Gambusia hubbsi) tidak diam jika seorang laki-laki tidak disukai.

Penis datang dalam segala bentuk dan ukuran karena hidup adalah berjudi ketika seks datang memakan ongkos paling mahal mewariskan gen, setidaknya satu cacing menyuntikkan sperma ke kepala sendiri.

Tapi perempuan tidak dilahirkan merenungi nasib dan tidak ada sebangsa berati tidak akan pernah. Ikan betina di Bahama membangun cara untuk menunjukkan laki-laki mana yang perlu dan tidak perlu.

Di gua-gua vertikal berisi air biru dan hijau bervariasi dalam risiko hibridasi sangat tinggi. Anda tidak perlu terkejut predasi dan laki-laki asing agresif mengajak senggama lalu perlombaan senjata co-evolusioner.

G. hubbsi merancang konstruksi bukaan genital berbeda dalam ukuran dan bentuk untuk merespon kehadiran predator dan memblokir upaya kawin laki-laki dari populasi berbeda.

"Bukaan Genital jauh lebih kecil pada wanita yang hidup dengan ancaman, tapi lebih besar dan oval pada wanita yang hidup tanpa ancaman," kata Brian Langerhans, biolog North Carolina State University.


"Ketika ikan jantan berbeda lebih sering mencoba bersanggama, perempuan mengevolusi cara yang membuat sanggama lebih sulit bagi laki-laki yang tidak diinginkan," kata Langerhans.

Setidaknya ada 2 mekanisme non-eksklusif yang menteorikan asal-usul evolusioner perbedaan kelamin perempuan. Hipotesis ekologi menunjuk variasi lingkungan mengubah konteks seleksi seksual.

Di pihak lain hipotesis kunci dan gembok fokus pada upaya menghindari kawin antar populasi. Perempuan membentuk alat kelamin untuk mempromosikan kopulasi dengan laki-laki dari populasi mereka sendiri.
Origins of female genital diversity: Predation risk and lock-and-key explain rapid divergence during an adaptive radiation

Christopher M. Anderson and R. Brian Langerhans

Evolution DOI:10.1111/evo.12748
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment