Wednesday, August 12, 2015

Dinosaurus Mencium Harum Taman Bunga Asteraceae

Credit: Böhringer Friedrich
Penelitian ~ Dinosaurus mencium bunga Asteraceae, senyum simpul dari Gondwana ketika berkeliaran hingga terbaring di bidang taman yang merupakan leluhur aster.

Relung kapur Godwana menyelengarakan tanaman berbunga di usia awal spesies Asteraceae yang menempatkan lesung pipi leluhur bunga lily paling tidak 80 juta tahun lalu.

Tanaman berbunga keluarga Asteraceae menghias lanskep jauh lebih lama dari perkirakan sebelumnya dan sekarang timeline jauh mendorong kembali setidaknya tertulis 20 juta tahun lebih tua.

Hanya ada 2 tanaman berbunga asli Antartika yang kembali ke Cretaceous di bagian benua Gondwana dengan pepohonan hutan subtropis yang menginspirasi dinosaurus berseri-seri.

Keluarga Asteraceae mencakup aster, bunga matahari, krisan, dandelion, gerbera dan selada menandai perbungaan atau kelompok kecil padat mahkota yang sering membentuk komposit lebih besar.

Sementara tanaman berbunga awal berevolusi 130 juta tahun lalu, sampai saat ini anggota awal keluarga Asteraceae dianggap duduk di Patagonia 47,5 juta tahun lalu.

"Ini salah satu dari beberapa keluarga modern tanaman berbunga yang dapat ditelusuri kembali ke Cretaceous," kata Ian Raine, paleontolog GNS Science di Selandia Baru.

Para peneliti memeriksa serbuk sari dari sedimen berdating 76 hingga 66 juta tahun di sisi timur Semenanjung Antartika. Bentuk dan permukaan ornamen serbuk sari mengidentifikasi bulir sebagai spesies Tubulifloridites lillei.

Lumpur di kaki megafauna yang mengawetkan serbuk sari juga berisi tulang-tulang dinosaurus. Asteraceae memberi peran penting evolusi pesta penyerbuk dengan serangga lebah dan burung Kolibri.

Spesies punah sebelumnya ditemukan di Selandia Baru dan Australia selatan pada sedimen dan dating yang sama, tapi para peneliti baru sekarang menegaskan anggota awal dari keluarga Asteraceae.

Serbuk sari mirip rekan yang berasal dari angota subfamili Barnadesioideae di Amerika Selatan. Namun para ilmuwan belum tahu persis apakah bunga akan tampak seperti itu.
Early evolution of the angiosperm clade Asteraceae in the Cretaceous of Antarctica

Viviana D. Barreda1 et al.
  1. División Paleobotánica, Museo Argentino de Ciencias Naturales “Bernardino Rivadavia,” Consejo Nacional de Investigaciones Cientificas y Técnicas, Buenos Aires C1405DJR, Argentina
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 10, 2015, DOI:10.1073/pnas.1423653112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment