Saturday, August 22, 2015

Babon Tertua Papio angusticeps di Sisi Australopithecus sediba

Penelitian ~ Sebuah tengkorak 2 juta tahun di Afrika Selatan milik babon awal terbaring di pemakaman sisi by sisi Papio angusticeps dan Australopithecus sediba.

Para ilmuwan menemukan tengkorak parsial Papio paling tua di Malapa yang penuh gua-gua dan kaya deposit fosil persiapan menjadi manusia 50 kilometer barat laut Johannesburg.

Cradle of Humankind World Heritage Site menyimpan kerangka parsial hominin A. sediba yang digali pada tahun 2010 dan secara bersamaan muncul pula P. angusticeps.

Fragmen-fragmen berserakan menyusun jawaban atas teka-teki yang terjadi 2 juta tahun lalu untuk mencocokkan analisis jam molekuler ketika babon modern pertama muncul.

Credit: Christopher Gilbert et al.

P. angusticeps terkait erat dengan spesies babon modern Papio hamadryas dan mungkin berhubungan dengan beberapa anggota paling awal yang selama ini sudah diketahui.

Babon modern dan subspesies hidup di seluruh lanskep sub-Sahara Afrika dan Semenanjung Arab meskipun keberhasilan evolusioner dalam catatan fosil kurang dipahami para ilmuwan.

"Studi molekuler menunjuk babon menyimpang dari kerabat terdekat sekitar 2,2 hingga 1,8 juta tahun lalu," kata Christopher Gilbert, antropolog City University of New York.


Tapi kebanyakan spesimen fosil dalam rentang waktu terlalu fragmentaris atau terlalu primitif sehingga sulit mengkonfirmasi apakah mereka anggota spesies yang masih hidup.

"Spesimen Malapa membantu mengkonfirmasi saran sebelumnya. P. angusticeps pada kenyataannya mungkin populasi awal P. hamadryas," kata Gilbert.
Papio Cranium from the Hominin-Bearing Site of Malapa: Implications for the Evolution of Modern Baboon Cranial Morphology and South African Plio-Pleistocene Biochronology

Christopher C. Gilbert et al.

PLoS ONE, August 19, 2015, DOI:10.1371/journal.pone.0133361
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment