Thursday, August 20, 2015

Bunga Montsechia vidalii Muncul dari Air Jurassic

Credit: Oscar Sanisidro
Penelitian ~ Sebuah tanaman akuatik mekar di bawah air 130 juta tahun lalu di antara tanaman berbunga pertama Bumi sebelum menginvasi lanskep daratan.

Brachiosaurus dan Iguanodon bertamasya ke tepian danau dan berharap menonton ikan koi di antara biji ganggang tertutup dalam sebuah carpel sebagai organ reproduksi bunga wanita.

Tanaman hijau gelap dan sejumput daun melayang di air seperti masa lalu Caratophyllum yang lembut akhirnya memunculkan pesona generasi berbagai bunga yang mengisi setiap lingkungan Bumi.

Kemampuan fotosintesis untuk mengkonversi energi dari Matahari menjadi bahan bakar pertama kali muncul di Bumi pada organisme bersel tunggal yang akhirnya berkembang menjadi alga, kemudian lumut, kemudian pakis.

Tanaman berbunga sampai periode Jurassic setelah dinosaurus dan mamalia memegang podium, serangga diversifikasi dan versi awal seksual angiosperma memanfaatkan kutu untuk menyebarkan materi genetik.

Charles Darwin menyebut ledakan evolusi tanaman adalah misteri tak terobati. Sekarang laporan baru fosilisasi tanaman membuka diskusi 100 tahun litografi batu kapur Pegunungan Pyrenees bahwa tanaman muncul dari air.

Credit: David Dilcher

Fosil-fosil yang terbaring sangat sulit dipahami. Beberapa ilmuwan berpikir lumut, beberapa lainnya konifer, tetapi hanya sedikit pengakuan sebagai tanaman berbunga bahkan lebih tua dari Archaefructus sinensis di China.

Montsechia vidalii tumbuh subur di danau air tawar yang sekarang daerah pegunungan di Spanyol menempatkan Periode Cretaceous 130 juta tahun lalu ketika regim dinosaurus mendominan Bumi.

"Bunga pertama secara teknis mitos, seperti manusia pertama. Sekarang kita tahu Montsechia adalah kontemporer tapi lebih tua dari Archaefructus," kata David Dilcher, paleobotanis Indiana University.

Lebih dari 1000 spesimen Montsechia diunduh menggunakan asam klorida setetes demi setetes di atas batu untuk mengungkap struktur tepat batang dan daun. Campuran asam nitrat dan kalium klorat mengungkap bentuk kutikula.

"Montsechia memiliki bagian yang tidak jelas, seperti kelopak atau struktur nektar untuk menarik serangga dan seluruh siklus hidup di bawah air. Buah mengandung biji tunggal," kata Dilcher.
Montsechia, an ancient aquatic angiosperm

Bernard Gomez1 et al.
  1. CNRS-UMR 5276 Laboratoire de Géologie de Lyon-Terre, Planètes, Environnement, Université Lyon 1 (Claude Bernard), 69622 Villeurbanne, France
Proceedings of the National Academy of Sciences, August 17, 2015, DOI:10.1073/pnas.1509241112
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment