Langsung ke konten utama

Ayam Jantan Pangkat Tertinggi Hak Berkokok Pertama

Penelitian ~ Gallus gallus domesticus jantan berkokok berdasarkan urutan senioritas. Ayam top alpha mengumumkan fajar sementara junior sabar menunggu giliran.

Ayam yang paling dominan dalam kelompok selalu yang pertama mengumumkan Matahari. Ayam jantan hidup ketat dalam hirarki linear di mana pangkat tertinggi mengumumkan subuh pertama.

Selama ribuan tahun semua manusia akrab dengan panggilan pertama pra-fajar ayam jantan segera setelah itu diikuti oleh ayam yang lain dalam jarak pendengaran.

"Ayam peringkat teratas selalu mulai berkokok pertama, diikuti oleh bawahan dalam urutan peringkat sosial," kata Takashi Yoshimura, zoolog Nagoya University.

"Ketika ayam peringkat teratas secara fisik tidak hadir di dalam kelompok, ayam peringkat kedua memprakarsai berkokok," kata Yoshimura.

Burung adalah hewan sangat sosial dan hirarki, ketika bertemu satu sama lain untuk pertama kalinya dengan cepat diselesaikan secara jantan berdasarkan urutan kekuasaan dengan perkelahian.

Ayam dominan kemudian menikmati akses istimewa untuk makanan, kawin dan tempat bersarang. Berkokok menjadi sarana mengiklankan wilayah dan membatasi risiko yang berpotensi agresif.

"Di sini kami menunjukkan ayam peringkat atas juga memiliki prioritas menentukan waktu berkokok menjelang fajar dan bawahan taat," kata Shimmura.

Shimmura dan rekan menempatkan ayam jantan dalam kelompok dalam membangun hirarki dari jumlah kemenangan dan kekalahan sparing, kemudian dipisah ke dalam kandang individu untuk mengamati perilaku berkokok.

Laporan sebelumnya menunjukkan waktu berkokok dikendalikan oleh jam biologis atau sirkadian jam internal dimana ayam berpangkat rendah juga memiliki.

Waktu mulai berkokok oleh ayam berpangkat tertinggi bervariasi dari hari ke hari, tetapi kokok ayam jantan peringkat bawah selalu dimulai tepat setelah kokok ayam peringkat tertinggi.

"Ayam jantan bawahan menekan ritme alami mereka sendiri dan cukup sabar menunggu ayam peringkat tertinggi pertama berkokok setiap pagi," kata Yoshimura.

"Ayam jantan bawahan berkompromi dengan jam sirkadian mereka sendiri untuk alasan sosial," kata Yoshimura.
The highest-ranking rooster has priority to announce the break of dawn

Tsuyoshi Shimmura1,2 et al.
  1. Laboratory of Animal Physiology and Division of Seasonal Biology, National Institute for Basic Biology, Okazaki, Aichi 444-8585
  2. Department of Basic Biology, SOKENDAI (The Graduate University for Advanced Studies), Miura, Kanagawa 240-0193, Japan
Scientific Reports, Jurnal, Tanggal, DOI:10.1038/srep11683

Komentar

Popular

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…