Friday, July 24, 2015

Exoplanet Kepler 452b Mirip Bumi dalam Zona Layak Huni

Credit: SETI Institute/Danielle Futselaar
Penelitian ~ Teleskop NASA Kepler temukan exoplanet zona layak huni baru, sedikit lebih besar dari Bumi mengorbit bintang mirip Matahari, kembaran Bumi duduk di konstelasi Cygnus.

Pesawat ruang angkasa perburu produktif exoplanet NASA Kepler melihat bintik paling mirip Bumi, kandidat terkuat orbit ramah kehidupan di sekitar bintang mirip Matahari.

Dunia alien mirip Bumi pertama kali ditemukan mengelilingi sebuah bintang seperti Matahari pada jarak yang harus memungkinkan air cair di permukaannya.

"Planet terestrial pertama di zona layak huni sekitar bintang sangat mirip Matahari," kata Douglas Caldwell, astronom SETI Institute di Mountain View, California.

Exoplanet Kepler 452b mengorbit sebuah bintang mirip Matahari pada jarak sama seperti orbit Bumi. Meskipun planet baru banyak kesamaan dengan Bumi, para peneliti mengatakan banyak hal tetap misteri.

Kepler 452b terungkap setelah lulus pertama analisis set data lengkap yang dikumpulkan selama 4 tahun. Analisis juga menghasilkan lusinan kandidat dunia lain seukuran Bumi di zona layak huni.

"Hari ini Bumi tidak kesepian, ada anak baru di blok sebelah," kata Jon Jenkins, astronom NASA Ames Research Center di Mountain View, California.

Kepler 452b sekitar 60 persen lebih besar Bumi dan 5 persen orbit lebih jauh dari Matahari, ukuran dan jarak bahwa dunia dalam zona layak huni yang mendukung kehidupan dengan suplai atmosfer dan air cair.

Credit: NASA/JPL-Caltech/T. Pyle

Observatorium ruang Kepler dirancang untuk memburu exoplanet yang mendekati massa Bumi dan mengorbit bintang mirip Matahari. Sampai hari ini lebih dari 1000 exoplanet telah dikonfirmasi.

Wahana melakukan observasi dan memanen data sebelum roda reaksi lumpuh yang memotong separuh umur misi. Tapi para peneliti masih berharap menemukan lebih banyak planet dari data asli dalam mode terbatas.

Temuan baru datang bukan dari data baru tetapi dari analisis menyeluruh data yang ada dan tim misi belum benar-benar berakhir. Planet kecil seukuran Bumi terbukti sangat sulit ditemukan.

"Kami seperti menginjak gulma untuk mencari batu-batu kecil," kata Natalie Batalha, astronom NASA Ames Research Center di California.

Ukuran planet mengindikasikan berbatu seperti Bumi, tapi mungkin sebagian besar gas. Terlalu jauh bagi teleskop berbasis darat untuk melacak informasi lebih detail tentang atmosfer.

Planet baru ditemukan melalui analisis data canggih yang menyapu langit dari tahun 2009 hingga 2013. Bintang Kepler 452 sedikit lebih kecil dan lebih dingin dari Matahari tapi memanggang planet lebih panas 10%.

Kepler 452b dikukuhkan dalam probabilitas kurang dari 1 persen yang muncul dari sepasang gerhana binari atau latar belakang transit planet yang mengkin mencemari sinyal.

Credit: R. Hurt/JPL-Caltech/NASA

Bintang host duduk sekitar 430 parsec di konstelasi Cygnus. Para peneliti sebelumnya telah melihat sebuah planet kecil zona layak huni di sekitar bintang kerdil merah, tapi mengorbit bintang sedikit lebih besar dari Matahari.

Kepler 452b analog sempurna Bumi, meskipun 60 persen lebih besar dan massa 5 kali lebih berat yang mungkin mengandung aktivitas vulkanik. Model geologi menyarankan komposisi berbatu dan atmosfer tebal.

Bintang host menyerupai Matahari, tapi sekitar 1,5 miliar tahun lebih tua sehingga sinar panas sudah memanggang 452b dalam efek rumah kaca. Namun masih ada banyak waktu di mana air eksis di permukaan.

Pemahaman baru sekilas masa depan Bumi yang tumbuh lebih panas sebagai bagian evolusi alam, sehingga siapapun yang tinggal di planet ini melihat dunia mengering seperti dinamika hubungan Bumi dan Matahari.

"Menakjubkan untuk mempertimbangkan planet ini menghabiskan 6 miliar tahun di zona layak huni, lebih tua dari Bumi," kata Jenkins.

Astronom SETI Institute telah berupaya mendengarkan sinyal dari makhluk luar angkasa di sistem bintang Kepler 452 menggunakan Allen Telescope Array di California utara, tapi tidak berhasil untuk sejauh ini.
Discovery and Validation of Kepler-452b: A 1.6 R⨁ Super Earth Exoplanet in the Habitable Zone of a G2 Star

Jon M. Jenkins1 et al.
  1. NASA Ames Research Center, Moffett Field, CA 94035, USA
Astronomical Journal, 23 July 2015, DOI:10.1088/0004-6256/150/2/56
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment