Thursday, July 23, 2015

Rekayasa Genetika Varietas Padi Rendah Metana

Penelitian ~ Rekayasa genetika melahirkan varietas padi SUSIBA2 rendah metana. Sumber makanan baru bagi mulut sadar pemanasan iklim dalam mengurangi emisi rumah kaca.

Metana menyumbang 20% gas rumah kaca dan pertanian padi bertanggung jawab 17% dari itu. Gula yang dihasilkan selama fotosintesis tumpah ke tanah melalui akar membiakkan mikroorganisme tanah produsen metana.

Chuanxin Sun, biolog Swedish University di Uppsala, dan rekan merekayasa padi yang mampu menyimpan gula dalam butir dan batang. Beras tumbuh baik dan mencegah emisi metana tumpah ke bidang sawah.

Strain baru hanya berbeda 1 gen yaitu injeksi gen dari gandum. Gen membuat padi menghasilkan lebih sedikit metana dan menghasilkan 43 persen lebih banyak gabah per tanaman.

"Tiga tahun uji coba lapangan bekerja sangat baik," kata Sun.

Konsumsi beras tahunan global 150 pound per orang. Produksi padi harus terus digenjot untuk mengisi perut penduduk dunia yang terus bertambah dan berarti emisi metana terus meningkat.

Dengan sedikit karbon maka mikroba pembuat metana berkurang, meskipun belum diketahui bagaimana modifikasi genetik ini mempengaruhi kompleks komunitas mikroba tanah.

Sun mengatakan langkah berikutnya adalah aplikasi pemuliaan tradisional untuk mengeliminasi sudut pandang konsumen mengingat masih banyak orang negatif terhadap produk genetically modified organism (GMO).

"Sekarang tentu saja masalah GMO dan tidak bisa memberikan langsung kepada petani. Kita harus menggunakan metode pemuliaan tradisional agar bisa dipahami petani," kata Su.

"Agar berkembang dengan baik dan diterima berbagai masyarakat paling tidak membutuhkan tambahan waktu 5 sampai 10 tahun lagi," kata Su.
Expression of barley SUSIBA2 transcription factor yields high-starch low-methane rice

J. Su1,2 et al.
  1. Institute of Biotechnology, Fujian Academy of Agricultural Sciences, Fuzhou 350003, China
  2. Department of Plant Biology, Uppsala BioCenter, Linnean Center for Plant Biology, Swedish University of Agricultural Sciences, PO Box 7080, SE-75007 Uppsala, Sweden
Nature, 22 July 2015, DOI:10.1038/nature14673
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment