Sunday, July 19, 2015

Suara Jeritan Sinyal Untuk Otak Tentang Kengerian

Edvard Munch/National Gallery in Oslo, Norway
Penelitian ~ Jeritan menghancurkan otak dengan hantaman darah mengental. Tidak seperti vokalisasi lainnya, jeritan berisi tanda tangan akustik yang memberitahu otak tentang teror.

Suara jeritan adalah gelombang yang diterjemahkan otak sebagai suara paling menakutkan. Laporan baru membantu menjelaskan mengapa jeritan menjadi metode efektif dalam komunikasi bahaya.

"Hampir tidak ada dalam literatur bahwa Anda harus menggunakan frekuensi untuk membuat sinyal kekhawatiran," kata Luc Arnal, neurosaintis University of Geneva.

Dalam susunan akustik, jeritan mencetak tertinggi ukuran persepsi "kekasaran". Percakapan normal sangat tidak kasar, tapi suara sirine atau alarm mobil dan rumah dipersepsi sama dengan jeritan manusia.

Aktivitas jeritan datang lebih banyak di amigdala, struktur otak yang membantu seseorang mendeteksi ancaman. Laporan dapat menjelaskan mengapa jeritan begitu jelas mengkhawatirkan.

"Sebuah analogi adalah stroboscope, lampu berkedip dengan flash super cepat, kita bisa sebut jeritan seperti strobophones," kata Arnal.

Fitur unik yang membuat manusia berteriak begitu mengerikan. Suara keras atau bernada tinggi tidak cukup untuk keluar dari kerumunan suara sehari-hari, tapi jeritan sangat istimewa dan khas penyebab ketakuatan.

"Jeritan penting untuk kelangsungan hidup. Jeritan mungkin nenek moyang segala komunikasi vokal," kata Arnal.
Human Screams Occupy a Privileged Niche in the Communication Soundscape

Luc H. Arnal1,2 et al.
  1. Department of Clinical Neurosciences, University Hospital (HUG) and University of Geneva, Rue Gabrielle-Perret-Gentil 4, 1211 Geneva, Switzerland
  2. Department of Psychology, New York University, 6 Washington Place, New York, NY 10003, USA
Current Biology, July 16, 2015, DOI:10.1016/j.cub.2015.06.043
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment