Skip to main content

Senjata Kimia Jamur Kafan Beauveria bassiana

Credit: Stefan Jaronski
Penelitian ~ Jamur menyelenggaran perang kimia dan merobohkan serangga dengan ledakan spora tepung berantai. Cendawan Beauveria bassiana adalah agen pembunuh sejumlah mangsa.

Jamur B. bassiana dengan gudang besar senjata kimia meninggalkan mayat berbalut kain kafan. Seperti pembunuh terlatih dengan cepat bergerak dari satu korban ke korban berikutnya.

"Jika dalam jarak 6 sampai 8 kaki, mereka segera menuju Anda sebagai giliran," kata Nemat Keyhani, biokimiawan University of Florida di Gainesville.

Resep enzim menyusup lebih dari 700 spesies arthropoda di seluruh dunia. Setelah masuk ke tubuh, jamur merayakan makhluk terkutuk dengan trik yang tidak dipahami literatur.

Ketika selesai pesta di hemolymph selama beberapa hari, B. bassiana melancarkan senyawa anti-mikroba ke seluruh tubuh korban untuk memastikan bersih dari pemulung lain.

Kenyang makan, spora meledak dari retakan bangkai dan dengan sedikit keberuntangan di tanah mengapai target korban berikutnya. Scene pembantaian yang sempurna.

Para peneliti telah mencoba melatih jamur pembunuh untuk menghabisi hama seperti semut, kutu busuk, nyamuk dan bug. Peneliti lain seperti Keyhani fokus tentang senjata kimia cendawan.
Tenebrionid secretions and a fungal benzoquinone oxidoreductase form competing components of an arms race between a host and pathogen

Nicolás Pedrini1 et al.
  1. Instituto de Investigaciones Bioquímicas de La Plata (Centra Cientifico Technologia La Plata Consejo Nacional de Investigaciones Científicas y Técnicas-Universidad Nacional de La Plata), Facultad de Ciencias Médicas, La Plata 1900, Argentina
Proceedings of the National Academy of Sciences, June 8, 2015, DOI:10.1073/pnas.1504552112

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…