Wednesday, July 8, 2015

Victoriapithecus Old World Memiliki Otak Kompleks

Penelitian ~ Victoriapithecus, leluhur monyet kuno, membangun otak kecil tapi sangat keriput khas lipatan dan olfactory bulb 3 kali lebih besar dari apa pun.

Victoriapithecus pertama menjadi berita tahun 1997 ketika tengkorak berdating 15 juta tahun ditemukan di Pulau Maboko Danau Victoria, Kenya, satu-satunya petunjuk teka-teki evolusi otak awal monyet Old World.

Paleontolog tidak tahu apakah otak primata semakin besar di awal dan semakin kompleks menyusul kemudian ataukah sebaliknya. Petunjuk penting bagaimana berubah dari waktu ke waktu dalam periode sangat sedikit fosil.

Lauren Gonzales, antropolog Duke University, dan rekan datang dengan resolusi tinggi pencitraan X-ray untuk mengintip ke dalam rongga tengkorak dan membangun model komputer 3D.

Micro-CT scan menunjuk tengkorak menanggung otak relatif kecil. Volume 36 cm kubik atau kurang dari setengah volume monyet hari ini dengan ukuran tubuh sama tapi memiliki fitur kompleks.

"Pohon keluarga primata yang meliputi manusia berdiri dengan teori bahwa otak semakin besar dan kemudian menyusul bentuk lipatan kompleks," kata Gonzales.

"Tapi kami menunjukkan beberapa bukti sulit, urutan peristiwa terbalik, kompleksitas datang pertama dan otak membesar datang kemudian," kata Gonzales.

Satu dukungan untuk klaim otak kecil Homo floresiensis berdating 18.000 tahun di Pulau Flores. Meskipun otak kecil mereka mampu membuat api dan alat-alat batu untuk berburu Stegodon.



Cerebral complexity preceded enlarged brain size and reduced olfactory bulbs in Old World monkeys

Lauren A. Gonzales1 et al.
  1. Department of Evolutionary Anthropology, Duke University, 104 Biological Sciences Building, Box 90383, Durham, North Carolina 27708-9976, USA
Nature Communications, 03 July 2015, DOI:10.1038/ncomms8580
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment