Tuesday, July 7, 2015

Planet Mengayun Gelombang Puing Beta Pictoris

Credit: NASA Goddard Scientific Visualization Studio
Penelitian ~ Sistem ekstrasurya Beta Pictoris yang penuh kekerasan mengayun-ayun gelombang, simulasi menyematkan fitur tarian disc di sekitar bintang muda.

Sebuah planet raksasa membuat kegaduhan di sabuk reruntuhan yang mengorbit bintang muda Beta Pictoris. Senggolan planet menciptakan gelombang spiral menyapu disk berdebu.

Seperti kerikil jatuh ke dalam air, planet mengirimkan riak ke dalam debu dan batu di sekitar bintang host. Arus balik menghasilkan gelombang spiral yang duduk di konstelasi Picto sejauh 63 tahun cahaya dari Bumi.

Beta Pictoris adalah dunia fantastis begitu dekat dengan Tata Surya tetapi keras dan kacau. Sistem cukup muda yang terbentuk sekitar 21 juta tahun lalu ketika mammoth mulai menjelajahi Bumi.

Erika Nesvold, astrofisikawan University of Maryland di Baltimore County, dan Marc Kuchner, astrofisikawan NASA Goddard Space Flight Center di Greenbelt, membangun simulasi komputer dari sistem yang chaos.

Disk puing-puing masih aktif dengan tumbukan batu dan es tanpa berujung atau menggiling menjadi fragmen yang lebih halus bersama rumpun besar karbon monoksida.

"Kami menunjuk banyak fitur dengan mudah yang menjelaskan benturan gelombang spiral dalam disk dengan gerakan dan gravitasi Beta Pictoris b," kata Kuchner.

"Sama seperti seseorang menembak meriam di kolam renang, planet melaju membawa perubahan besar dalam disk puing-puing setelah mencapai orbit," kata Kuchner.

Beta Pictoris b adalah exoplanet sekitar 9 kali massa Jupiter dengan garis orbit setara Saturnus dan mengambil waktu 20 tahun untuk menyelesaikan orbit tunggal di sekitar.

Algoritma Superparticle-Method Algorithm for Collisions in Kuiper belts (SMACK) memerlukan 11 hari bagi superkomputer untuk melacak bagaimana 100.000 superpartikel berinteraksi seumur hidup.

"Salah satu pertanyaan mengganggu tentang Beta Pictoris bagaimana planet berakhir dengan orbit aneh. Simulasi kami tiba di sana sekitar 10 juta tahun yang lalu, mungkin setelah berinteraksi dengan planet lain," kata Nesvold.



A SMACK Model of Colliding Planetesimals and Dust in the β Pictoris Debris Disk: Thermal Radiation and Scattered Light

Erika R. Nesvold, Marc J. Kuchner

arXiv (Submitted on 23 Jun 2015), arXiv:1506.07187
Tinuku
Bagikan :

No comments:

Post a Comment