Skip to main content

Gen Dingin Woolly Mammoth (Mammuthus primigenius)

Credit: Charles Robert Knight
Penelitian ~ Tweak genetik Woolly Mammoth (Mammuthus primigenius) suka dingin, perubahan genetik tunggal membuat mammoth berlemak, berbulu dan menyukai hawa dingin.

Genom 2 mammoth yang mati 60-20 ribu tahun lalu dalam permafrost di timur laut Siberia memiliki bentuk berbeda protein yang terlibat dalam penginderaan suhu dibanding 3 gajah Asia.

Satu sensor suhu yaitu protein TRPV3 kurang aktif yang memungkinkan raksasa berbulu Ice Age menghabiskan hidup di lanskep Arktik ekstrim dingin, kering dan siklus gelap.

Tikus yang kekurangan protein TRPV3 lebih memilih temperatur dingin dan lebih banyak lemak, memiliki kumis keriting dan rambut bergelombang. Mammoth mengadaptasi genetik yang sama.

"Insulin sinyal penting karena mengatur berapa banyak gula dalam darah diubah menjadi energi dan lemak," kata Vincent Lynch, genetikawan University of Chicago.

Mammoth memiliki adaptasi genetik yang terkait pengembangan kulit dan bulu tebal, timbunan besar lemak dan insulin yang membedakan mereka dari sepupu hidup gajah di Asia.

Para ilmuwan semakin banyak melakukan sekuen genom yang membuat lebih mudah untuk membawa kembali mammoth dari tidur dan tampaknya tak terelakkan bagi seseorang mengkloning mammoth.

"Secara teknis semakin mungkin menghidupkan kembali mammoth tapi bukan sesuatu yang harus kita lakukan. Manusia modern tidak bertanggung jawab atas kepunahan mammoth, kita tidak memiliki utang," Lynch.

Mammoth berdiam di stepa Asia utara, Eropa dan Amerika Utara terakhir menghilang kira-kira 4000 tahun lalu. Apakah kepunahan berasal dari pemanasan iklim atau perburuan manusia Clovis tetap dalam perdebatkan.

"Jika Anda ingin membangkitkan kembali mammoth, kami menunjukkan beberapa tempat untuk memulai," kata Webb Miller, genetikawan Pennsylvania State University.

"Saya tidak tahu mengapa orang tertarik mengkloning mammoth. Jauh lebih mudah dan mungkin lebih berguna mengkloning Franklin Roosevelt," kata Miller.
Elephantid Genomes Reveal the Molecular Bases of Woolly Mammoth Adaptations to the Arctic

Vincent J. Lynch1 et al.
  1. Department of Human Genetics, The University of Chicago, 920 East 58th Street, CLSC 319C, Chicago, IL 60637, USA
Cell Reports, July 02, 2015, DOI:10.1016/j.celrep.2015.06.027

Comments

Popular

Agama Mendidik Anak-Anak Menjadi Serakah

Penelitian ~ Agama membuat anak-anak tidak bermurah hati. Keyakinan agama memiliki pengaruh negatif pada altruisme dan kepekaan sosial atau daya empati.

Tungau Wajah Demodex folliculorum dan Demodex brevis

www.LaporanPenelitian.com - Tungau kecil merayap di seluruh wajah Anda, tes DNA mengungkap kemahahadiran 2 spesies arakhnida hidup di kulit manusia. Demodex folliculorum dan Demodex brevis adalah teman dunia luar Anda paling intim.

Pemburu-Pengumpul Zaman Batu Mengobati Sakit Gigi Pakai Alat Batu dan Aspal

Penelitian ~ Pemburu-pengumpul Zaman Batu mengobati sakit gigi menggunakan alat tajam dan tar. Dokter gigi tidak mengebor dan menambal, tapi menggores dan melapisi. Temuan gigi menambah bukti bahwa beberapa bentuk kedokteran gigi telah muncul selama setidaknya 14.000 tahun lalu.

Dua gigi dari orang yang tinggal di Italia utara 13.000 hingga 12.740 tahun lalu menanggung tanda-tanda seseorang telah menghapus infeksi jaringan lunak bagian dalam. Daerah yang diolah kemudian ditutup dengan zat lengket seperti tar menggunakan alat batu, para ilmuwan melaporkan ke American Journal of Physical Anthropology.

Temuan menunjukkan bahwa teknik untuk menghapus bagian-bagian gigi yang terinfeksi gigi telah dikembangkan ribuan tahun sebelum fajar pertanian yang kaya diet karbohidrat sebagai penyebab utama merebaknya gigi berlubang. Petani mungkin sudah terbiasa menggunakan alat-alat batu untuk mengebor gigi berlubang sejak 9.000 tahun lalu.

Stefano Benazzi, antropolog University of Bologna, pada tah…